Anak Yang Suka Membantah Jangan Dimarahi, Coba Atasi Dengan 5 Langkah Jitu Ini

  • Whatsapp
anak berbicara kasar

Kabarkota.com – Memiliki anak yang suka membantah atau berbicara kasar kepada orang tua ataupun orang saat ini sudah tidak heran lagi, karena anak-anak sudah menjadi sangat kritis. Jadi banyak bertanya hal yang baik yang bisa dilakukan ke anak-anak.

Pada masa yang serba canggih seperti saat ini kemajuan teknologi membawa dampak yang sangat pesat pada perkembangan anak, salah satunya anak-anak bisa belajar dari beberapa sumber yang berbeda. Namun, sayangnya anak menjadi terlalu bebas dalam menerima informasi dan kurang menyaring informasi yang ia dapatkan.

Bacaan Lainnya

Kenapa Anak Suka Membantah?

Menurut ahli banyak faktor yang membuat anak yang suka membantah orang tuanya. Misalkan, sedang cari perhatian orangtua atau memang anak itu sedang mempertahankan kemauannya.

Sesungguhnya banyak faktor kenapa anak jadi suka membantah, baik intern atau external. Faktor itu umumnya dipengaruhi oleh aturan rumah yang ketat sehingga membuat sang anak tidak nyaman dan dirasa tidak demokratis.

Berbicara tujuan dari tidak demokratis di sini yaitu tidak ada persetujuan dengan anak terkait peraturan yang ada dalam keluarga. Pada akhirnya, anak merasa tidak nyaman hingga bisa berontak pada waktunya.

“Jangan salah, anak yang suka membantah juga bisa penanda jika dia perlu perhatian. Karena mungkin orangtua begitu sibuk ataupun terlampau pilih kasih dalam mengasuh anak.

“Orangtua perlu sadar jika anak itu tidak melakukan perbuatan kenakalan. Mereka sesungguhnya hanya mencari perhatian saja, tetapi metodenya yang keliru. Pada akhirnya, orangtua mempersalahkan anak. Walau sebenarnya, orangtua juga perlu introspeksi diri.

Anak yang Suka Membantah Tidak Selamanya Buruk

anak suka membantah

Ada saatnya, tindak perlawanan yang dilakukan anak membawa manfaat, jika sikap itu mungkin dilaksanakan anak sebagai perwujudan jika dirinya sedang mengeksplor sesuatu.

“Menentang tidak selama-lamanya jelek. Bisa saja ini hanya permasalahan pandangan saja. Misalkan anak akan mengeksplor suatu hal, tetapi orangtua justru memandang mereka menentang,” ungkapkan Ikhsan.

Pos terkait