ASN hingga Jurnalis di DIY Jalani Vaksinasi Massal

Salah satu peserta vaksinasi massal di JEC, Senin (15/3/2021). (dok. humas Pemda DIY)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY hingga para jurnalis menjalani vaksinasi pertama, di Jogja Expo Center (JEC), pada Senin (15/3/2021).

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, vaksinasi kali ini diprioritaskan untuk pelayan publik, termasuk para jurnalis. Selain itu juga diikuti oleh para putri Keraton Yogyakarta, dan Kadipaten Pakualaman.

“Vaksinasi ini akan kami laksanakan hingga 5 hari ke depan untuk sekitar 11 ribu orang,” jelas Aji.

Menurutnya, untuk vaksinasi tahap kedua akan digelar kembali setelah dua minggu. Pihaknya berharap, dengan pelaksanaan vaksinasi massal ini, maka target penyelesaian vaksinasi di DIY pada bulan Mei mendatang bisa terpenuhi.

Oleh karena itu, Mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY ini juga mengimbau agar masyarakat yang belum mendapatkan vaksin, bisa mendaftakan diri.

“Vaksinasi ini aman dan halal sehingga bisa diikuti oleh semua orang,” tegasnya.

Lebih lanjut Aji juga meminta agar masyarakat yang telah menjalani vaksinasi tetap menerapkan protokol kesehatan. Mengingat, vaksin bukan jaminan seseorang terhindar dari Covid-19, melainkan sebagai upaya untuk mengurangi tingkat penyebaran virus.

Salah satu jurnalis di Yogyakarta, Luqman Hakim mengaku, dirinya termasuk salah satu peserta vaksinasi yang tidak merasakan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

“Sebenarnya, sejak awal tahapannya mudah dan tidak ada kendala,” ungkapnya kepada kabarkota.com.

Hanya saja, lanjut dia, setelah observasi 30 menit, dirinya merasa kurang nyaman, karena saat proses pengambilan kartu imunisasi justru banyak yang belum siap, sehingga terjadi penumpukan orang di depan tiga meja petugas. Bahkan, sebagian berinisitif mencari kartu mereka sendiri.

“Terkesan tidak terkoordinasi dengan baik,” anggapnya.

Untuk itu, ia berharap agar dalam penyelenggaraan vaksinasi tahap kedua nantinya, seluruh tahapan bisa berjalan dengan lebih rapi, khususnya dalam proses pengambilan kartu vaksinasi.

“Jangan sampai vaksinasi justru menciptakan kerumunan,” pintanya. (Rep-01)

Pos terkait