Cina Larang Kegiatan Keagamaan di Kelas

Ilustrasi (wikipedia.org)

JAKARTA (kabarkota.com) – Baru-baru ini, Dinas Pendidikan Provi si Gansu di Cina menegur salah satu Taman Kanak-kanak setelah beredarnya video seorang anak membaca Al Quran di dalam kelas.

Dalam tegurannya, pemerintah provinsi Gansu menyebut bahwa kegiatan keagamaan bisa ‘merugikan kesehatan mental’ orang-orang muda. Karenanya, pemerintah setempat memerintahkan kepada sekolah-sekolah agar melarang dengan tegas kegiatan keagamaan di dalam ruang kelas

Baca Juga:  Feminisme Picu Berkembangnya LGBT?

Pemerintahan di provinsi Gansu menegaskan kembali kebijakan resmi pemerintah yang ateis melarang kegiatan keagamaan sekolah negeri di berbagai tingkat.

Dilansir BBC Indonesia, Sabtu (7/5/2016), dalam video yang beredar tampak seorang anak usia TK memakai penutup kepala berwarna hitam membaca al-Quran dikelilingi oleh banyak murid lain.

Diduga video diambil di prefektur Linxia yang merupakan daerah dengan mayoritas penduduk Muslim.

Praktek keagamaan diperbolehkan di Cina tetapi pengendaliannya sangat ketat. pemerintah Cina berdalih kegiatan keagamaan dikhawatirkan bisa digunakan untuk mempromosikan ‘identitas budaya non-Cina’. (Rep-03/Ed-03)