Ini Pidato PM Jepang yang Dinanti Rakyat Korsel dan Cina

PM Jepang, Shinzo Abe (sumber: dunia.news.viva.co.id)

JEPANG (kabarkota.com) – Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, baru-baru ini menyatakan penyesalan terhadap "penderitaan dan pengorbanan banyak orang" yang diakibatkan oleh tindakan Jepang selama Perang Dunia Kedua (PD II).

Pidato yang disampaikan Abe dalam peringatan 70 tahun menyerahnya Jepang di PD II ini, ternyata telah ditunggu-tunggu oleh rakyat Korea Selatan dan Cina yang notabene menderita di bawah pendudukan jepang ketika itu

Baca Juga:  Potensi Pemilih Milenial Besar, Bisakah jadi Senjata Pemenangan bagi Capres?

Dalam pernyataannya seperti dilansir laman BBC Indonesia, Jumat (14/8), Abe juga menyatakan penyesalan kepada kaum perempuan yang kehormatannya direnggut selama perang. Selain itu, pihaknya pun meminta agar Kepang memastikan bahwa konflik tersebut tidak akan terulang lagi.

Pidato ini ditunggu oleh Cina dan Korea Selatan yang menderita di bawah pendudukan Jepang.(Baca juga: Mensos sebut Pidato Presiden “Progress Report” Janji Kampanye)

Mereka berharap Abe tidak melemahkan pidato PM Murayama di tahun 1955 yang menyatakan "permintaan maaf yang tulus" dan "penyesalan mendalam" untuk "pemerintahan kolonial dan agresi" Jepang selama Perang Dunia Kedua.

Baca Juga:  Firli jadi Ketua baru KPK, Aktivis Anti Korupsi Yogya Pesimis soal Penguatan KPK