Inovasi Pendidikan berbasis Teknologi karya SMP Muhammadiyah Al Mujahidin Raih Penghargaan

Pemberian penghargaan Anugerah Pendidikan Berkemajuan dalam rangka Semarak Musyawarah Wilayah DIY, Majelis Dikdasmen PWM DIY. (dok. istimewa)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – SMP Muhammadiyah Al Mujahidin meraih penghargaan atas karyanya mengembangkan inovasi pendidikan berbasis teknologi. Penghargaan Anugerah Pendidikan Berkemajuan tersebut diberikan dalam rangka semarak Musyawarah Wilayah DIY, Majelis Dikdasmen PWM DIY, dengan delapan kategori. Salah satunya, kategori Literasi Digital Terbaik tingkat SMP/MTs Muhammadiyah se- Yogyakarta yang diraih SMP tersebut.

Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Al Mujahidin, Agus Suroyo mengungkapkan, literasi digital di sekolahnya merupakan inovasi pendidikan bidang teknologi informasi yang dikembangkan oleh salah satu guru ISMUBA sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang IT dan Data, Hanasto.

Agus menjelaskan, sejak berlakunya kebijakan social distancing khususnya pada dunia pendidikan, hampir semua proses pembelajaran bagi siswa dialihkan menjadi belajar di rumah sehingga pihaknya harus memiliki strategi mutu demi menyelamatkan jalannya pendidikan. Diantaranya, dengan melaksanakan pembelajaran jarak jauh dalam jaringan) atau yang dikenal dengan istilah Moda Dalam Jaringan (Daring) yang membutuhkan dukungan teknologi digital.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital begitu pesat dan sudah menyebar ke seluruh lapisan masyarakat. Namun kenyataannya, hampir sebagian masyarakat belum mampu menggunakan teknologi tersebut secara baik. Padahal, penggunaan teknologi digital yang tidak tepat bisa menimbulkan efek tidak baik bagi kelangsungan kehidupan individu dan sosial.

“Oleh sebab itu, literasi digital selayaknya diperluas agar dapat mendidik kepribadian peserta didik yang literat”, tutur Agus dalam siaran pers yang diterima kabarkota.com, Selasa (27/12/2022).

Tak hanya literasi digital, pihak sekolah juga menciptakan sejumlah aplikasi pendukung proses pembelajaran, seperti Aplikasi Supervisi Akademik (ASA), Sistem Keuangan Sekolah (SIKU), Golden Habit (GOBIT), Mujahidin Smart, Mujahidin Liberary, LMS, Sistem Informasi Manajemen (SIM), dan Rapor Sekolah.

Selain kemajuan di bidang teknologi informasi, Agus juga memaparkan bahwa dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, jumlah aset sekolah telah mencapai Rp 30 Milyar. SMP Muhammadiyah Al Mujahidin juga telah menjadi Sekolah Rujukan Nasional, dengan siswa dari 18 provinsi dan 50 kabupaten kota se Indonesia, serta terakreditasi A. Sekolah tersebut juga tercatat meraih 711 prestasi siswa dari peringkat kabupaten hingga internasional. (Ed-01)

Pos terkait