Jelang Eksekusi Bali Nine, Jokowi Dikirimi Surat dari Band Metal Asal Inggris

Terpidana mati, Andrew Chan (kiri) dan Myuran Sukumaran. (Sumber: theguardian.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Keputusan Presiden Joko Widodo menolak grasi terpidana mati 'Bali Nine', Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, terus mendapatkan kecaman dari dunia. Kali ini Presiden Jokowi dikirimi surat oleh band rock asal Birmingham, Inggris, Napalm Death. Kabarkota.com menerima salinan surat tersebut, Jumat (6/3).

Surat yang mengatasnamakan Napalm Death yang diwakilkan salah satu personelnya, Mark 'Barney' Greenway mengingatkan Jokowi bahwa setiap lagu band Napalm Death buat, meskipun metal, selalu menentang adanya siklus kekerasan terhadap manusia, baik itu dari negara maupun individu seseorang.

Baca Juga:  Pasca Penobatan, Paku Alam X tak Otomatis jabat Wagub DIY

“Jika hal ini (eksekusi mati) tidak ditentang hingga bisa berubah, saya yakin kita tidak akan pernah benar-benar bergerak sebagai manusia,” kata Mark seperti yang tertulis dalam surat tersebut. (Baca juga: Jelang Eksekusi, Keluarga Terpidana Mati Padati Nusakambangan)
 
Ia mengaku mengerti bahwa Jokowi sebagai pemimpin negara berkeinginan merubah keadaan bangsanya menjadi lebih baik. Menurutnya, memberikan grasi kepada kedua 'Bali Nine' itu menjadi langkah besar bagi bangsanya.

Baca Juga:  Singapura Terkena Kabut Asap Dari Indonesia

Mark meminta agar Presiden Jokowi membatalkan eksekusi terpidana mati 'Bali Nine'. “Saya memahami bahwa heroin dapat merusak semua orang, tapi saya percaya bahwa ini adalah masalah yang jauh lebih dalam yang tidak dapat diubah hanya dengan mencabut nyawa orang,” katanya.
 
Jokowi memang penggemar band rock. Terakhir, bahkan ia diberi hadiah langsung gitar bass oleh basis Metallica, David Trujilo. Namun, gitar bass tersebut diberikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi.

Baca Juga:  Peringati hari HAM, Jurnalis Tagih Janji Negara

AHMAD MUSTAQIM