Kedutaan Indonesia di Australia di Teror

Kantor KBRI di Canbera, Australia. (Sumber: kompas.com)
CANBERA (kabarkota.com) – Kedutaan Besar Republk Indonesia (KBRI) di Canbera, Australia menerima paket mencurigakan, Senin (4/5). Paket tersebut berisi bubuk putih yang dinilai mengandung zat berbahaya. Khawatir terjadi sesuatu, petugas KBRI di sana memanggil tim khusus penanganan darurat zat berbahaya. 
Juru bicara kepolisian setempat, menyatakan dipanggil petugas KBRI sekitar pukul 10.45. "Analisa penuh terhadap zat tersebut membutuhkan waktu beberapa jam lamanya," kata Detektif Sersan Dave Turner.
Baca Juga:  8 Caleg DIY akan Melenggang ke Senayan, Keterwakilan Perempuan sangat Minim
Akibat kejadian itu, kepolisian langsung memblokir jalan di depan KBRI serta mengirim dua mobil untuk mengirim zat berbahaya dan dua truk pemadam kebakaran. Namun demikian, penutupan jalur tak berlangsung lama setelah beberapa saat kembali dibuka. (Baca: Buntut Eksekusi Duo Bali Nine, Ini Ancaman Australia)
Hingga saat ini, polisi masih belum bisa menyimpulkan apa motif pengiriman bubuk putih itu berkaitan dengan isu eksekusi mati yang dilakukan pemerintah Indonesia. "Kami belum memiliki informasi apa pun saat ini," kata Turner. 
Baca Juga:  Pengamat UGM: Manajemen Emosi Anggota DPR Lemah
Duta Besar RI untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema, enggan memberi banyak tanggapan menganai hal itu. Ia menyatakan akan memberikan pernyataan dalam waktu dekat. 
Sebelumnya, pemerintah Indonesia mengeksekusi mati dua pengedar narkoba berkewarganegaraan Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, pada Rabu dini hari. Akibatnya eksekusi mati itu, pemerintah Autralia protes dengan menarik sementara duta besarnya dari Indonesia. Alasan yang muncul dari penarikan itu yakni untuk berkonsultasi dengan Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop. (viva.co.id)
Baca Juga:  Pemerintah Didesak Bayar Tebusan untuk 10 WNI Korban Penyaderaan di Filipina