Menteri Sandiaga Uno Meminta Pelaku Wisata Berinovasi di tengah Pandemi

Menparekraf RI, Sandiaga Uno (kaos Biru) saat mengunjungi Desa Wisata Pentingsari Sleman, Sabtu (5/6/2021). (dok. kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi Desa Wisata Pentingsari, di Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY, pada Sabtu (5/6/2021).

Kehadiran Menparekraf bersama rombongan kami ini untuk mensosialisasikan Anugerah Desa Wisata 2021 yang diperuntukkan bagi para pengelola desa wisata di seluruh Indonesia.

Menurut Sandi, pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah memaksa para pelaku pariwisata untuk berinovasi, beradaptasi, dan berkolaborasi. Temasuk para pengelola Desa Wisata Pentingsari yang menjadi salah satu andalan untuk kebangkitan parwisisata di tengah pandemi.

“Desa wisata simbol kebangkitan ekonomi di masa pandemi yang berkelas dunia, dan berdaya saing, serta berkelanjutan untuk Indonesia bangkit,” kata Sandi.

Menparekraf RI, Sandiaga Uno (kiri) saat mensosialisasikan Anugerah Desa Wisata 2021, di Desa Wisata Pentingsari Sleman, pada Sabtu (5/6/2021). (dok. kabarkota.com)

Sementara Ketua Pengelola Desa Wisata Pentingsari, Doto Yogantoro mengungkapkan bahwa Pentingsari menjadi desa wisata yang mengandalkan homestay, karena mampu menahan tamu 2-3 hari, serta menjual paket-paket wisata yang ditawarkan. Diantaranya, paket seni budaya, atraksi pertanian, petualangan, dan paket ekonomi kreatif.

“Semua kami jual dalam bentuk pengalaman, bukan hanya melihat tetapi semua melakukan,” ucap Ketua Umum Forum Komunikasi Kelompok Sadarwisata DIY ini.

Pihaknya menyebutkan, hingga saat ini ada sekitar 51 desa wisata di sleman yang masih eksis. Dari jumlah tersebut, 14 diantaranya telah menjadi desa wisata mandiri, termasuk Pentingsari.

Lebih lanjut, pria yang juga menjadi bagian dari Juri Anugerah Desa Wisata 2021 ini menambahkan, melalui ajang tersebut, pihaknya berharap bisa menjaring sekitar 500 desa wisata di Indonesia untuk ikut dalam ajang kompetisi tersebut. Setelah itu, akan diseleksi menjadi 50 desa wisata berkelanjutan di 2021 yang kemudian dikerucutkan menjadi 20 desa wisata yang akan mendapatkan pendampingan dari Kemenparekraf RI menjadi desa wisata mandiri. Mengingat, pada tahun 2024 mendatang, pemerintah menargetkan ada 244 desa wisata mandiri di Indonesia. (Rep-01)

Sementara, Lisa dari Perwakilan Anak Kampung Sini (Akamsi) mengajak agar warga masyarakat di Yogyakarta dapat mendaftarkan desa wisata mereka untuk mengikuti Anugerah Desa Wisata 2021 untuk memajukan perekonomian nasional. (Rep-01)

Pos terkait