Musim Pancaroba, Ini Kerawanan Bencana Alam di DIY yang Perlu Diwaspadai

Ilustrasi (dok. pixabay)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana mengatakan, saat ini DIY telah memasuki musim pancaroba.

“Dalam beberapa minggu ke depan adalah musim pancaroba. Gejala dan indikasi yang sudah kami lihat adalah adanya angin kencang, dan hujan lebat secara tiba-tiba, kata Biwara, di Yogyakarta, pada 11 Oktober 2022.

Untuk itu pihaknya mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan sesuai dengan tingkat kerawanan bencana di wilayahnya masing-masing. Misalnya masyarakat di sekitar lereng gunung perlu mewaspadai gejala-gejala pergerakan tanah saat musim hujan.

“Jika hujan lebat lebih dari tiga jam, kemudian ada material yang terbawa oleh aliran sungai atau ada pepohonan yang miring, maka segera menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman,” pintanya.

Selain itu, BPBD DIY juga berharap, pepohonan yang terlalu rimbun atau pun lapuk sehingga berpontensi tidak kuat menahan angin kencang agar segera ditebang atau dikurangi dahannya.

“Jangan sampai peristiwa alam itu bertemu dengan kerentanan-kerentanan di sekitar kita hingga menimbulkan bencana alam,” tegas Biwara.

Menurutnya, ada sejumlah kawasan rawan bencana alam di DIY. Pertama, kerawanan bencana geologi, yakni erupsi merapi. Kedua kerawanan bencana gempa dan tsunami di sisi selatan DIY. Ketiga, kerawanan bencanan tanah longsor di Pegunungan Menoreh Kulon Progo, dan Pegunungan Seribu di Bantul dan Gunung Kidul.

“Ada juga kerawanan bencana banjir. Dari pengalaman yang pernah tejadi di Imogiri, ketika hujan lebat di hulu,” ungkapnya lagi.

Sementara terkait dengan ancaman banjir lahar dingin, Biwara mengingatkan, agar masyarakat yang beraktivitas di alur sungai dapat memperhatikan jarak bahaya sesuai dengan rekomendasi BPPTKG. Mengingat, jumlah material akibat erupsi merapi yang berada di atas gunung masih jutaan kubik. (Rep-01)

Pos terkait