Pemuda AMPUH Bawaslu Yogya Rekrut Anggota Baru

Rekrutmen Anggota Baru Pemuda AMPUH Kota Yogyakarta, di kantor Bawaslu Kota, pada 29 Mei 2022 (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Sekitar 20 anak muda berdiskusi secara kelompok di lantai 2 gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Yogyakarta, Minggu (29/5/2022) siang itu. Mereka adalah para peserta Rekrutmen Anggota Baru Pemuda Aksi Menolak Politik uang, Ujaran kebencian, isu SARA, dan Hoaks (AMPUH) Berdasarkan Wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Yogyakarta.

Masing-masing kelompok kemudian mempresentasikan hasil diskusi mereka di hadapan teman-temannya, sekitar lima menit per kelompok. Tema yang diangkat modal untuk modal untuk mengatasi politik uang, ujaran kebencian, isu SARA, dan hoaks yang sering beredar di masyarakat. Sesekali suara gelak tawa terdengar saat salah satu peserta membuat “joke” untuk mencairkan suasana, di tengah presentasinya.

Dalam presentasinya, salah satu peserta, Huda Ihlasul Amal memaparkan bahwa Tokoh Masyarakat (Tomas) perlu dilibatkan untuk menangkal politik uang, ujaran kebencian, isu SARA, dan Hoaks karena pengaruh mereka yang besar.

“Ustad dan orang-orang yang dapat memengaruhi kelompok masyarakat kecil maupun besar juga termasuk Tomas (Tokoh masyarakat), seperti seniman, dan tokoh-tokoh organisasi di masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, menurutnya, masyarakat khususnya para pemuda semestinya mencoba membaca informasi dalam bentuk utuh, ketika menerima pesan melalui WA atau media sosial lainnya. Dalam arti, tidak sekedar hanya membaca judulnya saja untuk memastikan bahwa informasi tersebut benar atau hoaks.

“Kalau ada informasi yang masuk harus menyaringnya dengan 5W + 1H dan sumbernya dapat dipercaya atau tidak. Seumpama tidak dapat dipercaya, maka kita bisa melaporkan bahwa informasi tersebut mengandung disinformasi,” sambungnya.

Anggota pemuda AMPUH dari Kemantren Kraton, Nur Fitriana mengaku, dirinya mendapatkan banyak pengetahuan tentang politik uang, dan hal-hal yang banyak terjadi di masyarakat yang sebelumnya ia sangat awam tentang hal ini.

“Saya tertarik ini, karena sebelumnya, jujur saja, saya sangat acuh dan masa bodoh kalau soal politik,” ungkapnya.

Ria Putri Palupi Jati selaku fasilitator dalam kegiatan tersebut berpendapat bahwa aksi menolak politik uang, ujaran kebencian, isu sara, dan hoaks merupakan isu bersama yang juga perlu penyadaran bersama.

“Kami berusaha menyadarkan itu dari dalam peserta sendiri… Kami hanya memfasilitasi saja… melalui pemantik diskusi ini,” ungkapnya

Menurutnya, hal yang perlu diwaspadai bahwa para pemuda yang cenderung memiliki style praktis, cepat, dan instan menjadi kelompok yang rentan menjadi sasaran money politik, dengan iming-iming yang menggiurkan.

“Sehingga anak-anak muda ini harus dibekali dengan idealisme karena sekarang agak terkaburkan,” anggapnya.

Bawaslu Targetkan 100 Anggota Baru Pemuda AMPUH

Komisioner Bawaslu Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryo Samudro (dok. kabarkota.com)

Sementara, Komisioner Bawaslu Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryo Samudro menjelaskan, Pemuda AMPUH ini merupakan pengembangan Desa Anti Politik Uang (APU) yang merupakan program Bawaslu DIY yang kemudian dimodifikasi menjadi Pemuda AMPUH di Kota Yogyakarta.

Kegiatan tersebut digagas oleh Bawaslu Kota pertama kali pada 9 Oktober 2021, dengan jumlah anggota 15 orang dari perwakilan pemuda di 14 Kemantren se- Kota Yogyakarta.

“Ini pertama kalinya Pemuda AMPUH bermitra dengan Bawaslu, melakukan rekrutmen kader baru di kota Yogya,” ucapnya kepada kabarkota.com.

Tujuannya, kata Harsya, melakukan pendidikan politik dan pengawasan Pemilu, serta upaya membangun kapasitas pengetahuan dan keterampilan para pemuda dalam menolak politik uang, ujaran kebencian, isu SARA, dan hoaks.

“Kita perlu membangun gerakan ini untuk mengajak ekosistem pemuda menjadi pemilih yang sadar, cerdas, dan melakukan pengawasan agar tahapan maupun kampanye menuju demokrasi kita yang lebih berkualitas dan bersih,” ucap Harsya.

Rekrutmen anggota baru per Dapil di Kota Yogyakarta ini menyasar pemuda usia 17 tahun – 35 tahun. Dalam tiga bulan ke depan, Bawaslu menargetkan 100 anggota baru dari lima Dapil di Kota Yogyakarta. Rekrutmen dilakukan melalui komunitas jejaringnya Pemuda AMPUH, seperti pemuda kewilayahan, karang taruna, komunitas hobi, dan komunitas olah raga. (Rep-01)

Pos terkait