Ini Penjelasan BMKG soal Gelombang Tinggi di Pesisir Selatan

Ilustrasi (dok. trc bpbd diy)

JAKARTA (kabarkota.com) – Akhir-akhir ini, masyarakat diresahkan dengan adanya aktifitas gelombang laut yang tinggi di i pesisir selatan Pulau Jawa, termasuk di DIY.

Namun, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono, melalui akun Facebook www.bmkg.go.id, Sabtu (11/6/2016), menegaskan bahwa fenomena terjadinya gelombang tinggi di Samudera Hindia saat ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa tsunami.

Baca Juga:  "Ini Periode Terburuk Pengurus PP Muhammadiyah"

“Ini adalah jawaban dari isu yang beredar dan disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab,” tulisnya.

Menurutnya, fenomena gelombang tinggi yang terjadi akhir-akhir ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti dinamika pasang surut, munculnya anomali positif tinggi muka air laut di wilayah Indonesia, serta terjadinya fenomena penjalaran alun (swell) akibat munculnya pusat tekanan tinggi di sebelah baratdaya Australia.

“Memang, dengan kondisi gelombang laut yang tinggi seperti saat ini, masyarakat di pesisir barat Sumatera, selatan Jawa, Bali, NTB dan NTT dihimbau agar selalu waspada,” pintanya.

Baca Juga:  Dampak Gempa Donggala: 3 Wilayah Diterjang Tsunami

Mengingat, Indonesia termasuk wilayah aktif gempabumi karena terletak di zona tumbukan tiga lempang utama dunia. Sehingga tingginya aktivitas gempabumi di wilayah Indonesia merupakan hal biasa dan wajar.

Selain itu posisi wilayah Indonesia yang terletak di antara benua Auatralia dan Asia dan diantara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia tentu memiliki karakteristik cuaca dan iklim yang khas, termasuk kondisi ekstrim terkait meteo-oseanografi seperti gelombang tinggi yang sedang berlangsung saat ini.

Baca Juga:  Puro Pakualaman Yogya akan Gelar Dhaup Ageng Putra Sulung

“Semua peristiwa alam di atas adalah fenomena alam biasa yang sedang berlangsung dan akan berakhir dengan sendirinya,” anggap Daryono. (Rep-03/Ed-03)