PPKM Darurat, Kebijakan Mendadak yang Pukul Berat Pelaku Wisata di DIY

  • Whatsapp

Ilustrasi (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Para pelaku wisata di DIY mengaku sangat terpukul dengan rencana pemberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa – Bali.

Bacaan Lainnya

Salah satu operator wisata Tebing Breksi Sleman, Kolik Widiyanto mengungkapkan, sedikitnya ada 34 bus dari Bogor, Tasikmalaya, Pekalongan, Purwakarta, dan Indramayu yang telah konfirmasi datang dan bingung akibat kebijakan tersebut.

“Penerapan PPKM Darurat terlalu mendadak, apalagi menjelang weekand.
Kasihan rombongan dari luar kota, bahkan ada yang sudah berangkat, dan banyak juga yang akan masuk besok dan hari Minggu,” kata Kolik kepada kabarkota.com, Jumat (2/7/2021).

Namun demikian, Kolik menyatakan, pihaknya akan mengikuti kebijakan pemerintah. Meskipun sebenarnya geliat pariwisata mulai terasa dalam dua bulan terakhir.

“Harapan kami pemerintah juga bijak, yakni membantu kami di lapangan, karena prediksi saya kemungkinan akan terjadi gesekan,” sambungnya

Salah satu operator wisata Gua Pindul di Gunungkidul, Hery Blangkon juga mengatakan, setidaknya telah ada empat rombongan wisatawan atau sekitar 100 calon pengunjung yang terpaksa menunda perjalanan mereka ke Gua Pindul.

“Mereka khawatir dengan penyekatan wilayah. mereka sudah mengeluarkan biaya, jadi kalau di jalan diminta putar arah, maka mereka rugi,” kata Hery.

Menurutnya, rombongan wisatawan itu rata-rata dari Jawa Timur, seperti Surabaya.

Senada dengan Kolik, staf Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ngancar ini juga mengaku terpukul dengan kebijakan PPKM Darurat kali ini. Terlebih sejak awal pandemi, para operator wisata di Gua Pindul sudah sangat terdampak pandemi. Namun sangat minim mendapatkan bantuan pemerintah.

“Kami dapat kompensasi sekali dulu. Itu pun bingkisan saja, belum pernah mendapatkan kompensasi yang layak,” ucapnya.

Sultan: Pariwisata, Seni Budaya Tutup Sementara

Sementara Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X, usai menggelar rapat koordinasi dengan Bupati dan Walikota se-DIY menegaskan bahwa DIY akan menerapkan PPKM Darurat sebagaimana arahan dari Pemerintah Pusat.

“Kami akan membatasi kerumunan. Pariwisata, seni budaya untuk sementara juga ditutup,” tegas Sultan, di Kompleks Kepatihan Yogyakarta.

Sementara rumah makan, lanjut Sultan, masih diperbolehkan beroperasi sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak diperkenankan melayani makan di tempat. Ketika makan di lokasi, maka potensi penularan virus menjadi sangat besar, karena saat makan masker dibuka, sementara yang bersangkutan tidak mengetahui pengunjung lain terpapar Covid-19 atau tidak.

“Keputusan-keputusan itu besok sudah keluar,” tutur Sultan. (Rep-01)

  • Whatsapp

Pos terkait