Sultan: Kemajemukan Suku Bangsa, Tantangan Revitalisasi Kemaritiman Indonesia

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X (dok. Humas Pemda DIY)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono menyebut, kemajemukan suku bangsa menjadi salah satu tantangan dalam upaya revitalisasi kemaritiman di Indonesia.

“Meskipun strategis karena terletak di antara dua samudra dan dua benua, namun kondisi kepulauan Indonesia bukan hal remeh karena bisa berpotensi terjadinya perpecahan,” kata Sultan saat menyampaikan orasi ilmiah pada ajang Simposium Internasional dan Lifetime Achievement ISPEC Maritime Award 2022, di Jakarta, pada 21 September 2022.

Selama ini, menurut Sultan, Wawasan Nusantara Bahari telah menjadi bagian dari isu politik yang penting. Terutama dalam ide pembentukan poros lajur laut internasional, melalui perairan Indonesia. Oleh karenanya, Indonesia memiliki nilai penting sebagai diplomasi maritim agar tujuan menjadi tuan rumah di Negeri sendiri bisa terwujud.

“Semangat Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi bekal bagi Indonesia dalam konteks percaturan global, dan pergeseran geopolitik internasional. Termasuk juga sistem dan teknologi informasi serta transaksi finansial internasional, harus diterapkan,” tegas Sultan melalui siaran pers Humas Pemda DIY, Kamis (22/9/2022).

Ini, lanjut Sultan, juga selaras dengan visi Presiden RI, Joko Widodo tentang kelautan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, yang disampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi Negara-negara Asia Timur (KTT EAS) di Myanmar. Untuk mewujudkan konsep Poros Maritim Dunia itu, setidaknya diperlukan empat kekuatan. Pertama, Ocean Leadership dan Ocean Policy yang dapat menjaga kedaulatan bangsa dengan terwujudnya visi maritim hebat, dan didukung kemampuan diplomasi yang tangguh. Kedua, bangsa yang memiliki kesadaran budaya kelautan, karena budaya darat seakan memarjinalkan kesadaran terhadap luas lautan dengan segala isinya. Ketiga, kekuatan infrastruktur dan perhubungan yang menghubungkan antar pulau dengan mudah dan murah. Keempat, kekuatan potensi sumber daya lautan yang membentang luas dan daratan yang subur.

“Poros maritim harus didukung oleh sektor pertanian yang tangguh sebagai tulang punggung sektor maritim yang andal,” sambungnya.

Sri Sultan berharap adanya penguatan basis pendidikan bidang kelautan dalam orientasi pembangunan skala dunia. “Revitalisasi semangat Nusantara itu adalah Wawasan Nusantara Bahari yang perlu dibangkitkan kembali guna mempercepat kebangkitan Indonesia melalui gagasan Poros Maritim Dunia,” ucapnya. (Ed-01)

Pos terkait