Tantangan Berat dalam Penataan Layanan Publik

SLEMAN (kabarkota.com) – Direktur Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) FE UII, Arif Hartono memprediksi, pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla (Jokowi – JK) ke depan akan menghadapi tantangan berat, terkait perbaikan layanan publik.
 
“Dibutuhkan agent of change yang bisa memperbaiki sistem yang kurang baik tersebut,” kata Arif kepada kabarkota.com, melalui sambungan telepon.
 
Menurutnya, agent of change itu penting. Mengingat, proses cutting off dalam sistem birokrasi di Indonesia yang telah lama dijalankan bukan hal yang mudah dilakukan.
 
Namun Arif berpendapat, sistem lelang jabatan yang pernah diterapkan Jokowi saat memimpin Solo dan DKI jakarta, semestinya tetap dilanjutkan. Sebab itu merupakan budaya yang baik untuk menemukan pejabat publik yang benar-benar berkualitas dan kompeten di bidangnya.
 
Dalam hal pemberdayaan ekonomi masyarakat, dosen di Fakultas Ekonomi UII tersebut juga menganggap bahwa ke depan di era Jokowi – JK, ini perlu difokuskan. Meski pun, nantinya beban Menteri Peberdayaan Aparatur Negara menjadi semakin berat.
 
Ditanya terkait rencana pengangkatan lima Menteri Koordinasi dalam kabinet Jokowi – JK ke depan, Arif menyatakan yang terpenting bukan pada perampingan atau penggemukan kabinet, tapi bagaimana menerjemahkan visi misi yang pernah dijanjikan dalam kampanye dulu bisa diimplementasikan dalam kabinet yang efektif.
 
“struktur kabinet itu semestinya merupakan turunan visi-misi Jokowi,” ucap Arif. (tri/jid)
Baca Juga:  Ini Pengakuan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Yogya tentang Alasan Menteri Susi Putus Sekolah