Ternyata ini Hasil Lomba Mural Indonesia tanpa Jokowi

Salah satu peserta lomba mural "Indonesia tanpa Jokowi" di gelanggang mahasiswa UGM, Jumat (13/11). (Sutriyati/kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Lomba mural “Indonesia tanpa Jokowi” yang digagas Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM KM UGM) Yogyakarta digelar Jumat (13/11) atau hari ini.

Meski pun temanya “Indonesia tanpa Jokowi”, namun bukan berarti para peserta anti terhadap kepemimpinan Jokowi. Bahkan sebagian dari mereka justru merasa beruntung karena Negara berada di bawah kepemimpinan Jokowi. (Baca juga: BEM KM UGM Gelar Lomba Mural Indonesia Tanpa Jokowi, Ini Alasannya)

Subki, salah satu peserta asal Magelang misalnya. Dengan mengambil judul judul “No Jokowi, No Progress,” ia menggambarkan Jokowi sebagai Sopir kendaraannya yang penumpangnya masyarakat dari berbagai latar belakang sosial dengan menenteng balon-balon berbendera merah putih.

Saat Presiden Indonesia, Jokowi pekerjaannya belum selesai, dan terlalu banyak dikritik, maka justru tidak akan bisa bekerja,” kata Subki kepada kabarkota.com, di usai menyelesaikan karyanya, di gelanggang Mahasiswa UGM.

Sedangkan balon berbendera merah-putih, lanjutnya, sebagai bentuk harapan Bangsa Indonesia akan lebih dihargai oleh Negara-negara lain.

Seniman mural ini mengaku senang mengikuti kompetisi kali ini, sebab selain bisa menorehkan pesan sosialnya dalam bentuk lukisan, ia juga berharap karya tersebut bisa menginspirasi masyarakat.(Baca juga: Ini Respon Pihak UGM Menyoal Mural Indonesia Tanpa Jokowi)

Sementara peserta lainnya, Endi menorehkan karyanya berupa kepala orang utan dan hutan di atas triplek dengan nuansa hitam putih dan bertuliskan “We don’t need you, we need home”. Melalui gambar tersebut, Endi ingin menyampaikan bahwa orang utan membutuhkan hutan sebagai tempat hibat mereka. Oleh karenanya, ia berharap, agar masyarakat tidak egois dengan membakar hutan dan lahan.

Lebih dari itu, Endi juga menyayangkan Presiden Jokowi yang notabene lulusan fakultas kehutanan tak mampu menjaga kelestarian hutan-hutan yang ada saat ini.

Menteri Aksi dan Propaganda BEM KM UGM, Halim Safar Hasibuan selaku panitia lomba mural menyatakan, nantinya, karya-karya yang telah dilombakan itu akan dijadikan alat propaganda, seperti dalam berbagai aksi yang akan digelar. (Baca juga: Dipertanyakan Soal Dana, Ini Penjelasan Panitia Mural Indonesia Tanpa Jokowi) (Rep-03/Ed-03)

Pos terkait