UGM Tantang Sociopreneur Muda Indonesia Berkompetisi

konferensi pers tentang Soprema 2016, di Dekanat Fisipol UGM, Senin (14/3/2016). (sutriyati/kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Youth Studies Center (YouSure) Fisipol UGM menantang para wirausahawan sosial (sociopreneur) Muda untuk berkompetisi dalam Kompetisi dan Expo Sociopreneur Muda Indonesia (Soprema) 2016, dari Maret – September mendatang.

Direktur YouSure Fisipol UGM, M. Najib Azca mengatakan, event tersebut dilatarbelakangi kegalauan tentang berbagai permasalahan sosial di masyarakat, meskipun pasca reformasi terjadi kemajuan dari sisi demokrasi.

“Kami ingin menggali potensi-potensi enterprenership anak muda di daerah-daerah yang ada,” kata Najib dalam konferensi pers di Dekanat Fisipol UGM, Senin (14/3/2016).

Baca Juga:  BEM KM UGM Tak Bersikap soal Kenaikan Harga BBM. Karena Jokowi Alumnus UGM?

Pihaknya berharap, kompetisi tersebut bisa digelar setiap tahunnya. Mengingat, para pemuda memiliki energi yang luar biasa untuk disalurkan melalui wirausaha yang tidak hanya berorientasi pada kepentingan bisnis semata, namun juga bisa sekaligus mengatasi berbagai problem sosial, seperti kemiskinan, dan lingkungan.

Dekan Fisipol UGM, Erwan Agus Purwanto menganggap, Soprema 2016 merupakan inisiatif yang baik, karena bisa sekaligus mendorong sektor privat untuk berkembang.

Menurutnya, karakteristik dari wirausaha sosial ini terletak pada efek domino dari aktifitas bisnis sosial sehingga mendorong para pelaku usaha lain untuk turut bergerak. Sekaligus, menyerap tenaga kerja yang lebih banyak.

Baca Juga:  Forum Ilmuwan Indonesia akan Serahkan 81 Hasil Pemikiran ke Jokowi

Dwikorita Karnawati selaku Rektor UGM juga menila bahwa upaya tersebut sebagai langkah terobosan dari universitas untuk turut mengatasi persoalan di masyarakat, serta dalam berbangsa dan bernegara. Terlebih, sejak tahun 2015 – 2030 mendatang, Indonesia memasuki era bonus demografi.

“spirit itulah yang dikembangkan sebagai pemecahan masalah sehingga bonus demograsi benar-benar mengahadirkan generasi muda yang produktif, dengan mengikuti era digital,” ucapnya.

Sementara, Ketua Panitia Soprema 2016, Hempri Supriyatna menambahkan, kompetisi tingkat nasional yang baru akan digelar pertama kalinya ini menyasar anak muda usia 16-30 tahun yang memiliki ide inovartif dan kreatif dalam bentuk business plan, dengan enam kategori. Yakn, teknologi, pertanian dan kemaritiman, industri kreatif, industri jasa dan pelayanan publik, ekologi, serta ketahanan pangan.

Baca Juga:  Demi Tebus Ijazah Rp 3 Juta, Rizki Banting Tulang

“Pengalaman usaha maksimal satu tahun” sebut Hempri.

Karenanya, panitia juga membuka kesempatan bagi calon socioenterpreneur yang mampu memenuhi kriteria tersebut, dengan catatan harus memulai usahanya dalam rentan waktu Maret – Juli 2016.

Bagi masyarakat yang tertarik bergabung dalam kompetisi yang akan diambil 18 finalis tersebut, bisa mengakses informasi sekaligus mendaftarkan diri di soprema.fisipol.ugm.ac.id (Rep-03/Ed-03)