UN Online, Dinas Pendidikan DIY Ajukan 17 Sekolah

Ilustrasi. (Sumber: kompasiana.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta (Disdikpora DIY) mengajukan 17 sekolah sebagai lokasi yang akan digunakan ujian nasional (UN) online. Langkah tersebut diambil setelah sebelumnya pemerintah melayangkan surat penunjukan 24 sekolah.

Jumlah 24 sekolah terediri dari SD, SMP, dan SMA/SMK. Namun, setelah pengecekan hanya 17 sekolah yang dinilai memenuhi. "Tapi masih dalam proses verifikasi," kata Kepala Disdikpora DIY, Kadarmanta Baskara Aji ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/2). (Baca juga: Muhammadiyah: Perubahan Sistem UN Jadi Solusi Sementara)

Dari 17 sekolah itu, semuanya berasal dari SMK. SMK tersebut tersebar di empat kabupaten dan satu kota madya, yakni Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Gunungkidul, dan Kota Yogyakarta.

Aji mengatakan, tidak semua sekolah memiliki komputer dengan jumlah banyak dan bisa mencukupi kebutuhan. Jika dilaksanakan, UN online tersebut dijadwal menjadi tiga sesi dan membutuhkan banyak komputer. "Pihak sekolah bilang, punya banyak komputer banyak operasional," kata Aji.

Ia mengatakan, rata-rata setiap sekolah memiliki 40 unit komputer. Jumlah itu tidak akan bisa mencukupi jika jumlah siswa melebihi 120 siswa.

Jika teknisnya diubah dengan tidak mengharuskan sekolah mempersiapkan komputer, ia menilai hal itu akan jauh lebih mudah. Dari situ, siswa diberi waktu satu bulan mengikuti UN online. "Kesiapan siswa juga akan lebih matang, sekolah juga tidak terbebani dengan komputer yang harus banyak," katanya.

AHMAD MUSTAQIM

Pos terkait