Menlu Retno: Indonesia di Garis Depan Bela Palestina

Menlu RI, Retno LP Marsudi saat berada di UGM pada 4 Juni 2024. (dok. istimewa)

SLEMAN (kabarkota.com) – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno LP Marsudi, menegaskan, Indonesia menjadi negara yang berada di garis depan untuk membela Palestina.

Penegasan tersebut disampaikan Menlu usai mengisi Kuliah Umum “Diplomasi Indonesia untuk Palestina”, di ruang Balai Senat UGM, pada 4 Juni 2024.

Menurutnya, hingga saat ini, situasi negara Palestina semakin memburuk sejak serangan Israel ke Gaza, dan pelemahan organisasi yang menangani pengungsi Palestina (UNRWA). Saat ini, organisasi internasional tersebut memerlukan bantuan keuangan guna menangani 6 juta warga Palestina di Jalur Gaza, Tepi Barat, Yordania, Suriah dan Lebanon.

“Harus ada pihak mendorong mengalirnya bantuan ke UNRWA, salah satunya Indonesia,” ucap Retno melalui siaran pers Humas UGM, pada 4 Juni 2024

Namun demikian, Indonesia tetap mengirim bantuan kemanusiaan, serta memperjuangkan diakuinya Palestina sebagai sebuah negara melalui jalur diplomasi di PBB.

“Kita tetap ingin Palestina diakui sebagai negara, meski ada isu atau upaya yang menghambat realisasi itu, Palestina akan selalu kita bela,” ucap Menlu.

Pemerintah Republik Indonesia, lanjut Retno, terus berkomitmen mengirim bantuan kemanusiaan sebagai bentuk konsistensi membantu pengungsi Palestina, yang jumlahnya sudah mencapai lebih dari 4.500 ton. “Semua bantuan kita kirim sesuai permintaan di lapangan,” ungkapnya.

Sedangkan terkait dengan satus keanggotaan Palestina di PBB, Retno menyampaikan bahwa Indonesia akan terus berjuang melalui Majelis Umum dan di Dewan Keamanan PBB agar Palestina diakui sebagai sebuah negara. Sekarang sudah ada 144 dari 193 negara anggota PBB yang mengakui Palestina. Sementara, 49 negara yang belum mengakui Palestina sebagai negara mayoritas berasal dari negara Barat.

“Kita akan gunakan semua pengaruh kita agar tidak ada veto (di DK PBB) dan Palestina mendapat keanggotaan penuh di PBB,” sambungnya.

Retno menjelaskan, selama ini, Indonesia menjalankan kebijakan hubungan politik luar negeri, dengan memegang prinsip nilai-nilai universal untuk terus mendukung dan membela bangsa Palestina hingga menjadi negara merdeka. Selain itu, Indonesia juga mendukung keputusan Mahkamah Internasional (ICJ) agar Israel menghentikan serangan dan melakukan gencatan senjata. (Ed-01)

Pos terkait