Pansus Kecewa Gerbang Tempat Relokasi PKL Malioboro Dikunci

Pansus Relokasi PKL Kawasan Malioboro saat melakukan kunjungan ke Teras Malioboro 2, pada Selasa (25/1/2022). Namun karena pintu gerbangnya terkunci, mereka tidak bisa masuk. (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Panitia Khusus (Pansu) Relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Kawasan Malioboro Yogyakarta kecewa karena pintu gerbang tempat baru untuk pemindahan lapak pedagang dikunci, saat hendak ditinjau, pada Selasa (25/1/2022).

Ketua Pansus Relokasi PKL Malioboro dari DPRD Kota Yogyakarta, Fokki Ardiyanto saat melakukan peninjauan lokasi relokasi PKL di Teras Malioboro 2, pada Selasa (25/1/2022). (dok. kabarkota.com)

Ketua Pansus Relokasi PKL Kawasan Malioboro. Fokki Ardiyanto menganggap, penmguncian pagar tersebut menunjukkan nuansa ketertutupan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta.

“Pemkot tidak transparan, sebab hanya untuk melihat lokasi saja, sampai dengan jam ini, pintu gerbang masih ditutup, dan saya tidak mau melakukan drama lompat pagar,” kata Fokki kepada wartawan, di Malioboro Yogyakarta.

Pintu gerbang Teras Malioboro 2 yang terkunci (dok. kabarkota.com)

Pihaknya juga menilai, tidak adanya sikap yang sama antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam kebijakan relokasi PKL ini. Mengingat, peninjauan lokasi kali ini tidak hanya dilakukan oleh Pansus, tetapi juga didampingi oleh Bappeda dan Dinas PU-PKP Kota Yogyakarta. Sementara Dinas Kebudayan (Disbud) Kota Yogyakarta yang disebut memegang kunci gerbang tersebut justru tidak hadir.

Dari pantauan kabarkota.com, setelah menunggu di depan lokasi relokasi Teras Malioboro 2 sekitar 30 menit, rombongan Pansus bersama para PKL bergeser ke Teras Malioboro 1. Namun gedung eks Bioskop Indra itu juga tertutup rapat dengan pagar tinggi berwarna biru.

Lokasi Teras Malioboro 2 yang tertutup rapat (dok. kabarkota.com)

Mendapati kondisi yang sama, rombongan Pansus bergeser menuju kantor Unit Pengelola Teknis Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya (UPT PKCB)  Kota Yogyakarta. Di tempat ini, para anggota dewan ingin mempertanyakan terkait penguncian pintu gerbang teras Malioboro kepada kepada UPT PKCB, namun yang bersangkutan dikabarkan tidak ada di tempat karena sedang mengikuti rapat di Balaikota Yogyakarta.

Selain itu, mereka juga melakukan pengecekan proses pemberkasan dan verifikasi data para PKL yang akan direlokasi.

Terkait hal tersebut, Ketua Paguyuban PKL Handayani, Sogy Wartono mengaku, anggota paguyubannya mendapatkan undangan untuk melakukan pendaftaran dan verifikasi data pada hari Selasa (25/1/2022) ini.

“Anggota kami 59 PKL harus dapat lapak semua. Kalau tidak dapat, maka kami akan kembali jualan di lapak yang lama,” tegas Sogy di kantor UPT PKCB Kota Yogyakarta.

Pansus saat melakukan pengecekan berkas PKL yang akan direlokasi (dok. kabarkota.com)

Meskipun, kata dia, lapak di tempat yang baru sebenarnya kurang layak untuk ukuran pedagang kuliner lesehan. Mengingat, selama ini para PKL berjualan di lapak berukuran sekitar 3×3 meter. Sedangkan di tempat relokasi, ukurannya hanya sekitar separuhnya. (Rep-01)

Pos terkait