Apakah kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sungguh diciptakan untuk membantu manusia—atau perlahan justru mengambil alih cara kita berpikir, bekerja, dan mengambil keputusan hidup?
Dalam episode Our Concern kali ini, kita tidak sekadar membahas AI sebagai teknologi canggih, tetapi menempatkannya dalam konteks yang lebih dalam: siapa yang berkuasa di balik algoritma, nilai apa yang dibawa teknologi ini, dan bagaimana dampaknya terhadap kehidupan sosial kita sehari-hari.
Bersama Dr. Iwan Awaludin Yusuf, pakar komunikasi dari Universitas Islam Indonesia (UII) sekaligus peneliti perkumpulan para aktivis peneliti komunikasi Pemantau Regulasi dan Regulator Media (PR2Media) Yogyakarta. Diskusi ini mengupas sisi AI yang jarang dibicarakan secara kritis.
Mulai dari persoalan etika, relasi kuasa antara manusia dan mesin, perubahan dunia kerja, hingga peran AI dalam mempercepat misinformasi dan disinformasi di ruang publik. Percakapan ini menjadi penting karena AI kini tidak lagi berada di masa depan ia sudah hadir dalam media, pendidikan, industri kreatif, hingga pengambilan keputusan sehari-hari, sering kali tanpa kita sadari. Pertanyaannya: apakah kita masih menjadi subjek, atau justru telah berubah menjadi objek dari sistem algoritmik?
Episode ini relevan bagi jurnalis, dosen, mahasiswa, pekerja kreatif, pengambil kebijakan, serta generasi muda yang hidup dan tumbuh di tengah dominasi teknologi digital. Lebih dari sekadar diskusi, episode ini mengajak kita semua untuk berpikir ulang, bersikap kritis, dan mengambil posisi dalam menentukan arah relasi manusia dan teknologi ke depan. Dipandu oleh M. Faried Cahyono, jurnalis dari Yogyakarta.
AI bukan sekadar soal kecanggihan teknologi—ia adalah soal nilai, kekuasaan, dan pilihan kolektif kita sebagai masyarakat.







