6 Pos Polisi di Sleman dan Yogya jadi Sasaran Perusakan, Mengapa?

Kondisi Pos Polantas kronggahan, Sleman usai dirusak oleh orang tak dikenal, pada Kamis (4/9/2025). (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Sekilas tak terlihat tanda-tanda kerusakan di bangunan pos Polisi Lalu-lintas (Polantas) Kronggahan yang berdiri di dekat proyek pembangunan Tol Yogyakarta – Bawen itu, pada Kamis (4/9/2025) malam.

Bangunan bertingkat dua itu terlihat lengang. Semua pintu dan jendela tertutup. Namun ketika diamati dengan seksama, jendela di bangunan sisi timur terlihat hanya ditutup kertas koran, bukan kaca sebagaimana jendela-jendela lainnya.

Bacaan Lainnya

Itu lantaran pos Polantas Kronggahan menjadi satu dari enam Pos Polantas yang menjadi sasaran perusakan di Sleman dan Kota Yogyakarta, pada Kamis (4/9/2025) dini hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kabarkota.com dari berbagai sumber menyebutkan, enam pos Polantas yang dimaksud, itu terdiri atas lima pos polantas di wilayah Sleman, dan satu Pos Polantas di Kota Yogyakarta.

Adapun Pos Polantas yang rusak di wilayah Sleman yakni: pos Polantas Monjali (Sleman) yang dilempar molotov dan menghanguskan pintu; pos Polantas Jombor, pos Polantas Pelemgurih, dan pos Polantas Kronggahan yang kaca depannya pecah dilempar batu; serta pos Polantas Denggung yang kaca depannya dirusak dengan batako. Sementara di Kota Yogyakarta, Pos Polantas Pingit juga dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal, tetapi aksinya terekam CCTV.

Pelaku akan Ditindak Tegas

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda DIY, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Ihsan membenarkan adanya aksi pelemparan batu dan molotov di sejumlah pos Polantas tersebut oleh orang tak dikenal.

Pihaknya menduga, aksi tersebut sengaja dilakukan untuk memprovokasi situasi di Yogyakarta yang secara umum sudah kondusif dan terkendali.

“Peristiwa ini akan kami proses dan tindak secara tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Ihsan pernyataannya melalui video, pada Kamis (4/9/2025)

Ihsan mengungkapkan, pihak Polresta Sleman dan Polresta Yogyakarta telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), serta mengumpulkan bukti-bukti, dan menindaklanjuti setiap informasi yang diterima terkait peristiwa tersebut.
mengumpulkan bukti-bukti serta menindaklanjuti setiap informasi yang diterima terkait peserta tersebut.

Mahfud MD: Yogya jadi Barometer Nasional

Menanggapi peristiwa tersebut, Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Mahfud MD berpendapat bahwa selama ini, Yogyakarta menjadi barometer nasional. “Kalau Yogyakarta panas, biasanya seluruh Indonesia ikut panas. Kalau Yogyakarta masih dingin, biasanya semuanya bisa berharap dingin,” kata Mahfud di Yogyakarta.

Untuk itu, pihaknya mengimbau agar semua pihak di Yogyakarta tertap menjaga situasi kondusif supaya tidak muncul situasi yang chaos dari Kota Pelajar ini. (Ed-02)

Pos terkait