salat ghaib untuk almarhum pilot kecelakaan helikopter TNI AD di Poso, Agung Kurniawan, di salah satu masjid Mergangsan Yogyakarta, Senin (21/3/2016). (sutriyati/kabarkota.com)
YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Keluarga korban pilot Helikopter TNI AD yang jatuh di Poso, Kapten Cpn Agung Kurniawan yang berada di Yogyakarta mengaku kecewa dengan tidak diakomodirnya keinginan keluarga untuk memakamkan almarhum di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Negara Yogyakarta.
Hal itu disampaikan adik almarhum, Candra Kurniatmaja di Kampung Karanganyar MG III/1171, RT 66/RW 18, Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta, Senin (21/3/2016). Hanya saja, pihaknya mengaku legowo dengan keputusan pemerintah yang akan memakamkan korban di TMP Kalibata Jakarta. Mengingat almarhum merupakan bagian dari abdi negara.
Meski begitu, keluarga dan tetangga korban di Yogyakarta berencana menggelar salat ghaib, siang ini.
Chandra menuturkan, seminggu sebelum meninggal dunia, almarhum sempat mengajak keluarganya berkumpul di tempat kediamannya Semarang, Jawa Tengah untuk bertamasya bersama.
“Seminggu kemarin, beliau menelpon adik sama orang tua kami untuk berkumpul di Semarang,” kenang Chandra.
Chandra menganggap undangan tersebut sebagai sesuatu yang ganjil karena di luar kebiasaannya. Selain itu, almarhum juga sempat berpamitan pada orang tua dan adik-adiknya untuk terbang ke Poso.
“Biasanya, mas Agung hanya berpamitan pada orang tua kami saja,” ungkapnya lagi.
Sementara bagi sepupu korban, Dwi Maryanto, kepergian Agung meninggalkan kenangan tersendiri, karena semasa hidupnya, almarhum terbilang dermawan. “Waktu trah keluarga di Semarang mereka diajak bertamasya di salah satu waterpark bersama dua rombongan bus,” ucapnya.
Bahkan rencananya, lanjut Dwi, pihak keluarga juga akan menggelar trah di kediaman almarhum pada 17 April mendatang.
Kapten Cpn Agung Kurniawan meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak, yang salah satu diantaranya masih berusia lima bulan. (Rep-03/Ed-03)







