SLEMAN (kabarkota.com) – Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta seketika menjadi ‘lautan’ manusia, pada Senin (1/9/2025) siang.
Ribuan orang dari berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat sipil datang dari segala penjuru arah, dengan membentangkan spanduk dan poster, serta beberapa membawa bendera. Termasuk bendera one piece.
Mereka duduk di atas aspal yang menyengat di tengah terik matahari. Beberapa terlihat membawa payung untuk melindungi diri dari panas matahari
Satu per satu, perwakilan dari mahasiswa, dosen, dan masyarakat sipil menyuarakan aspirasi mereka melalui corong mikrofon yang telah disiapkan.
Tibalah giliran Pakar Hukum Tata Negara (HTN) UGM, Zainal Arifin Mochtar yang berpendapat bahwa saat ini, legitimasi pemerintah sangat rendah karena hampir tidak bisa lagi diharapkan sehingga pihaknya yang tergabung dalam aksi Jogja Memanggil itu berkumpul di Bundaran UGM untuk menyampaikan aspirasi konstitusional.
“Penyampaian aspirasi konstitusional tidak boleh menjadi alasan untuk dihalangi, dibunuh, ditabrak, maupun dipukuli,” tegas mantan Direktur Pukat UGM ini
Zainal juga menyesalkan pidato Presiden Prabowo yang kebanyakan justru melempar itu ke arah tuduhan makar dan terorisme karena seolah-olah tidak tahu bahwa ini adalah aspirasi konstitusional rakyat Indonesia. “Kita harus berhenti berpura-pura bahwa tidak ada sesuatu di republik ini,” pintanya.
Menurutnya perbaikan menjadi hal yang mutlak untuk segera dilakukan. “Mari kita sampaikan bahwa republik ini milik kita dan kita lah yang harus memperjuangkannya,” ucap dosen FH UGM ini.
Dalam aksi kali ini, Humas Aksi Jogja Memanggil, Boengkoes menyampaikan ada 14 tuntutan yang disampaikan massa aksi. Beberapa di antaranya: batalkan pemangkasan anggaran untuk pendidikan; usut tuntas segala bentuk brutalitas aparat yang merenggut nyawa rakyat saat berdemonstrasi; reformasi polri dan pecat Kapolri, Listyo Sigit Prabowo; serta cabut Undang -Undang (UU) TNI.
“Hapus segala tunjangan di luar negeri, gaji pokok dan jaminan sosial – kesehatan bagi anggota DPR, pejabat pemerintahan, serta perwira TNI/Polri,” pintanya.
Boengkoes juga mengingatkan, jika tuntutan-tuntutan tersebut tidak dijalankan, maka pihaknya mendesak agar Prabowo – Gibran lengser jabatannya, serta bubarkan kabinet Merah Putih, dan lakukan Pemilu Ulang.
Meski tidak ada penjagaan ketat dari aparat keamanan berseragam TNI/Polri, aksi damai Jogja Memanggil: Maklumat Rakyat kali ini benar-benar berjalan dengan damai hingga selesai sekitar pukul 13.00 WIB. (Rep-01)







