SLEMAN (kabarkota.com) – Seorang alumnus UGM, Ratih Puspasari menganggap, kasus yang menimpa mahasiswi S2 FH UGM Florence Sihombing berlebihan. Hal tersebut disampaikan Ratih, Kamis (28/8) malam, menyusul gencarnya perbincangan di berbagai media, termasuk media sosial tentang tindakan Flo yang tidak etis di SPBU Lempuyangan, kemarin.
“Sayang kalau masyarakat Yogyakarta menjadi anarkis hanya gara-gara seperti ini,” sesal Ratih melalui BBM. Meski demikian, sebagai bagian dari alumni UGM, Ratih mengaku malu dengan sikap flo tersebut.
“Sayang sekali, di jaman sekarang banyak orang berprestasi secara akademik maupun skill, tapi mental dan karakternya tidak bagus,” anggap alumnus ekstensi akuntansi angkatan 1996 ini.
Kabag Humas UGM, Wiwit wijayanti menegaskan, Komite Etik Fakultas Hukum UGM akan segera memanggil Flo untuk dimintai penjelasan. “Selanjutnya komite akan rapat untuk menentukan tindakan bagi yang bersangkutan,” jelas Wiwit kepada kabarkota.com melalui BBM.
Wiwit berharap agar kasus yang menimpa Flo ini dapat menjadi pelajaran berharga untuk semua pihak, agar lebih berhati-hati di media sosial.
Sebelumnya, Mahasiswa S2 UGM, Florence Sihombing sempat menjadi pembicaraan publik karena ulahnya yang menyerobot antrian BBM di SPBU Lempuyangan. Karena merasa diperlakukan diskriminatif oleh pertugas SPBU, Flo menuliskan kekesalannya di media sosial hingga mengundang reaksi publik. Komentarnya di media sosial dianggap tidak pantas dan menciderai masyarat Yogyakarta.
Setelah mendapatkan reaksi dari berbagai kelompok masyarakat, Flo akhirnya menyampaikan permohonan maaf dan penyesalannya kepada publik melalui media sosial Path
“Saya beserta keluarga dan teman-teman yang bersangkutan meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada segenap warga Yogyakarta atas kata-kata di Path saya. Saya merasa sangat menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan saya,” tulisnya.
Selanjutnya, Flo juga mengungkapkan permintaan maaf kepada pihak civitas akademika UGM.
“Saya juga meminta maaf kepada pihak UGM, khususnya Fakultas Hukum, dosen-dosen, dan segenap akademisi FH UGM, meski saya tidak pernah membawa-bawa nama UGM. Saya tidak tahu siapa-siapa saja oknum tidak bertanggung jawab yang telah mendramatisir dan menyebarluaskan status Path saya, identitas, dan kontak saya dan teman-teman saya,” ujarnya lagi. (tri/jid)






