Keluarga Korban: Gafatar Ambil Keluarga Kami dengan Cara Tidak Baik

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Forum Silaturahmi Keluarga Korban Gafatar (FSKKG) meminta pemerintah untuk mengusut dan menindak tegas organisasi masyarakat Gafatar. Mereka meminta pihak keamanan menetapkan orang-orang yang bertanggungjawab terkait hilangnya anggota keluarga mereka karena mengikuti kegiatan organisasi tersebut.

Koordinator FSKKG, M. Faried Cahyono menegaskan, jika tidak diperangi ada kemungkinan anggota keluarga yang pernah bergabung Gafatar diambil kembali. Gafatar pun mungkin saja berubah nama menjadi organisasi lainnya.

“Kekhawatiran terbesar kami adalah mereka mengambil keluarga kami kembali di kemudian hari,” ungkap Faried saat jumpa pers di kantor Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Univeritas Islam Indonesia, Sabtu (30/1).

Menurut Faried, anggapan para aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) yang mengingatkan pemerintah tentang hak Gafatar untuk berserikat dan berkumpul adalah sah-sah saja. Namun Faried mengingatkan bahwa Gafatar juga telah merampas hak-hak keluarga korban. “Mereka telah mengambil keluarga kami dengan cara-cara yang tidak baik,” kata dia.

Untuk itu, Faried meminta kepada aktivis HAM agar melengkapi datanya dengan mewawancarai pihak keluarga korban.

Agung Wijaya Wardhana, koordinator penanganan perkara LKBH UII Yogyakarta mengaku belum menetapkan tuntutan yang akan diajukan kepada orang-orang yang harus bertanggungjawab di Gafatar tersebut.

“Kita sendang menyiapkan data terkait orang hilang. Mencari fakta hukum dari korban, baru setelah itu menetapkan apakah kasus ini mengarah kepada tindak pidana, misalnya penipuan, pemaksaan, atau perampasan,” jelas Agung. (Ed-01)

Kontributor: Januardi

Pos terkait