Ketika Walikota Yogya Menelepon TRC Mas JOS untuk Buang Kasur Bekas di Balaikota

Walikota Yogyakarta melambaikan tangannya kepada petugas TRC Mas JOS yang mengangkut kasur bekas di balaikota, pada Senin (22/9/2025). (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Di akhir pertemuan dengan para Mantri Pamong Praja (camat) dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Balaikota pada Senin (2/9/2025), Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menghubungi nomor hotline 0811 7000 5555 dengan telepon genggam.

“TRC Mas JOS ya? kalau saya punya kasur mau dibuang, Gimana ini?…” ucap Hasto disambut gelak tawa orang di ruangan Yudhistira tersebut.

Bacaan Lainnya

Beberapa menit kemudian, rapat selesai dan walikota keluar menuju halaman gedung. Di situ tergeletak beberapa kasus busa lusuh dan rusak yang ditumpuk untuk dibuang.

Seorang petugas dengan mengenakan rompi hitam bertuliskan TRC Mas Jos datang menemui walikota, dengan kendaraan baru roda tiga. Ia bersama walikota pun langsung memindahkan kasur-kasur tersebut ke bak motor.

Walikota Yogyakarta bersama petugas TRC Mas JOS mengangkat kasur bekas di halaman balaikota, pada Senin (22/9/2025). (dok. kabarkota.com)

Namun sebelum itu diangkut, Hasto menjajal kendaraan berwarna merah tersebut. Awalnya terlihat kesulitan untuk menjalankan motornya, tetapi beberapa saat kemudian, mantan Bupati Kulon Progo ini pun bisa mengemudikannya pekan-pelan di halaman gedung.

Setelah satu putaran, walikota menyerahkan kendaraan tersebut ke petugas agar mengangkut barang bekas itu keluar dari balaikota. Saat tiga petugas mulai bergerak, Hasto melambaikan tangannya sebagai ucapan terima kasih.

Hal yang dilakukan oleh Walikota Yogyakarta itu adalah uji coba program Tim Reaksi Cepat Masyarakat Jogja Olah Sampah (TRC Mas JOS) yang baru saja diluncurkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta.

Walikota Yogyakarta menjajal armada TRC Mas JOS di Balaikota, pada Senin (22/9/2025). (dok. kabarkota.com)

Hasto mengatakan, program ini bertujuan untuk memberikan layanan jemput sampah spesifik rumah tangga yang selama ini sulit ditangani dalam alur pengangkatan harian, karena ukurannya yang besar, seperti kasur, perabot rumah tangga, dan peralatan elektronik. Selain itu, mereka juga melayani pejemputan sampah hasil pemangkasan pohon.

Menurutnya, ini merupakan salah satu upaya Pemkot untuk mengatasi masalah sampah di Kota Yogyakarta. “Ini bisa menjadi bagian dari model untuk menyelesaikan sampah di wilayah perkotaan,” kata Hasto dalam sambutannya. Mengingat wilayah perkotaan, khususnya di Pulau Jawa, umumnya tidak mempunyai lahan yang cukup luas untuk mengelola sampah.

Hasto berharap, keberadaan TRC Mas JOS ini bisa memperkuat gerakan pengelolaan sampah masyarakat sejak dari sumbernya dan para petugas dapat melayani masyarakat secara gratis, dalam waktu maksimal 2×24 jam sejak mereka menghubungi nomor hotline tersebut.

Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. (dok. kabarkota.com)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta Rajwan Taufiq menambahkan bahwa selama ini, pengelolaan sampah spesifik rumah tangga tersebut masih menjadi kendala di masyarakat karena tidak adanya tempat untuk membuang sampah itu hingga sebagian dari mereka terkadang membuangkan ke sungai. Padahal, sampah spesifik memerlukan pengelolaan khusus karena sulit untuk didaur ulang.

Oleh karena itu, sebut Rajwan, Pemkot Yogyakarta meluncurkan TRC Mas JOS yang akan melayani masyarakat pada Hari Senin hingga Jumat, mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB. Pihaknya juga telah menyediakan enam armada roda tiga, dua truk crane pemangkas pohon, dam truk, serta mobil pick-up.

“Harapannya, masyarakat dapat semakin berperan aktif dalam pemilahan dan penyaluran sampah spesifik rumah tangga sehingga tidak lagi membuang sampah tersebut secara sembarangan,” tegasnya. (Rep-01)

Pos terkait