Pengembangan Wisata Goa di Gunung Kidul Terbelenggu

Ilustrasi: obyek wisata goa Pindul di Gunung Kidul (dok.kacumas)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Kabupaten Gunung Kidul merupakan salah satu wilayah di DIY yang akhir-akhir ini sektor pariwisatanya tengah berkembang pesat. Potensi sumber daya alam yang dimiliki kabupaten ini menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gunung Kidul, Hari Sukmono menyebutkan, di wilayahnya terdapat sedikitnya 770 goa yang menjadi potensi besar untuk pengembangan destinasi wisata. Banyaknya jumlah tersebut diungkapkan Hari, dalam Forum Group Discussion (FGD) Grand Design Pariwisata DIY di Kantor Bappeda DIY, Jumat (8/1/2016).

Hanya saja, menurut Hari, pihaknya justru terbelenggu dengan adanya  Peraturan Menteri Pariwisata tentang Tentang Tata Cara Pendaftaran Usaha Daya Tarik Wisata saat hendak mengembangkan pengelolaan goa-goa tersebut sebagai tempat tujuan wisata.

“Di dalam Peraturan itu ada syarat bukti kepemilikan sah atas daya tarik pariwisata. Nah, goanya yang punya siapa?,” kata Hari.

Persoalan lainnya, ungkap Hari, menyangkut minimnya manfaat dari perkembangan sektor pariwisata itu bagi masyarakat sekitar. Padahal, angka kemiskinan di Gunung Kidul yang mencapai 21 persen, termasuk yang tertinggi di DIY.

“Khusus Gunung Kidul, trend jumlah kunjungan wisatanya memang luar biasa, tapi ini bukan hal yang membuat kami puas karena kami ingin pariwisata yang berbudaya dan berkualitas,” imbuhnya.

Karenanya, diperlukan peran dari sektor lain yang berkaitan dengan konservasi, edukasi, dan kesejahteraan masyarakat yang perlu diperhatikan.

Anggota Komisi X DPR RI, Esti Wijayati menganggap, pembangunan infrastruktur yang memadai, terutama fasilitas jalan untuk akses menuju ke obyek-obyek wisata di wilayah Gunung Kidul menjadi hal yang penting untuk segera diwujudkan.

“Anggaran pariwisata di Kabupaten dan provinsi harus dibesarkan, karena kucuran dari pemerintah pusat sangat sedikit,” pintanya. (Rep-03/Ed-03)

Pos terkait