Positif setelah Divaksin, Bupati Sleman yakin Bukan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi

Bupati Sleman, Sri Purnomo (dok. kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Bupati Sleman, Sri Purnomo menyatakan dirinya terkonfirmasi positif Covid-19, sejak Rabu (20/1/2021). Namun pihaknya meyakini, hal tersebut bukan termasuk Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Meskipun seminggu sebelumnya, dirinya mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 perdana.

“Saya meyakini hasil swab positif ini bukan dari vaksin yang saya terima. Karena vaksin dibuat dari virus yang telah mati,” jelas Sri Purnomo dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (21/1/2021).

Baca Juga:  Cegah Corona, KAI Yogya Terapkan Social Distancing di Stasiun dan KA

Terlebih, lanjut Bupati, tidak ada laporan di dunia yang menyatakan virus yang sudah mati dalam vaksin itu kembali hidup. Untuk itu, pihaknya mengaku tetap akan melanjutkan vaksin kedua, setelah 14-28 hari pasca vaksinasi pertama.

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat turut berperan aktif dalam pencapaian target vaksinasi 70 persen masyarakat Indonesia.

Sebelumnya, melalui video yang diunggah di akun instagramnya, Sri Purnomo menjelaskan kronologi dirinya terpapar Covid-19. Pihaknya juga mengatakan bahwa vaksin bukan sebuah obat, melainkan sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Baca Juga:  Vaksin Sinovac, antara Keraguan dan Keharusan?

“Vaksin hanya mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit Covid-19 agar terhindar dari tertular maupun kemungkinan sakit berat,” ucapnya.

Lebih lanjut Bupati meminta agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan 3M dengan disiplin. (Ed-01)