2017, Produk Pakan Ikan Mandiri akan Disertifikasi

Ilustrasi: Sejumlah pejabat KKP dan SKPD di Sleman memberikan pakan ikan di kolam mina padi dusun Cibuk Kidul, desa Margoluwih, kecamatan Seyegan, kabupaten Sleman, DIY, Senin (10/10/2016). (Sutriyati/kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana melakukan sertifikasi produk pakan ikan mandiri yang selama ini telah dibuat oleh kelompok-kelompok tani di berbagai daerah, termasuk wilayah Sleman, DIY.

Hal tersebut ditegaskan Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya KKP, Slamen Soebijakto saat residen RI untuk Masyarakat di DIY dalam rangka Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), di dusun Cibuk Kidul, desa Margoluwih, kecamatan Seyegan, kabupaten Sleman, DIY, Senin (10/10/2016)

Baca Juga:  BMKG DIY Imbau Masyarakat Waspadai 3 Potensi Bencana Alam akibat Fenomena La Nina

“Selama ini, biaya produksi pakan ikan mencapai 70 – 80 perssen atau yang terbesar sehingga petani diharapkan bisa membuat pakan mandiri, dengan bahan baku lkal yang nantinya akan kami registrasi tanpa biaya,” kata Soebijakto.

Ke depan setelah registrasi, lanjutnya, akan ada sertifikasi cara pembuatan pakan yang baik. Para petani juga akan diberi pelatihan, pembinaan, serta audit. “Sertifikat itu nantinya akan sejajar dengan produk pakan yang dikeluarkan oleh pabrik,” jelasnya.

Baca Juga:  Konsumsi Ikan di DIY Rendah, Mina Padi Sleman Dijadikan Andalan

Untuk itu, pihaknya menuntut, agar produksi pakan ikan mandiri dari kelompok-kelompok tani disesuaikan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Menurutnya, hal itu yang masih menjadi tantangan besarnya.

Soebijakto juga memastikan, produk pakan mandiri tak akan mematikan pasaran produk pakan ikan pabrikan karena memiliki segmen pasar yang berbeda. “Jangan khawatir pabrik pakan ikan akan tersaingi, tapi justru nantinya bisa saling kerjasama,” tegasnya.

Penyuluh perikanan di kecamatan Seyegan, Sleman, Muhammad Erfan mengungkapkan, selama ini, kelompok-kelompok tani di wilayahnya telah mampu memproduksi pakan ikan mandiri, dengan produk yang dinamai astro pakan. Pihaknya juga telah melakukan berbagai inovasi guna peningkatan produksinya, dengan swadana dari para petani yang mencapai Rp 200 juta, termasuk untuk pembangunan gudang dan tempat pembuatan pakan.

Baca Juga:  Jadwal Pemadaman Listrik di Sleman per 11 Maret 2019

Hanya saja, lanjut Erfan, pihaknya masih kesulitan untuk menjaga keberlanjutan produksi pakan, karena harus menyiapkan bahan baku sekitar 500 ton untuk tiga bulan ke depan.

Selama ini, menurutnya, kebutuhan pakan ikan mencapai 15-20 ton per hari, sementara pakan mandiri yang berhasil diproduksi baru sekitar dua ton per harinya. (Rep-03/Ed-03)