3 Kecelakaan Paling Mengerikan dalam Olimpiade 2016

Ilustrasi (bola.liputan6.com)

BRAZIL (kabarkota.com) – Banyak cerita dari Olimpiade 2016, ada sebagian dari mereka yang puas dengan mendulang medali sebagai bukti kemenangan, ada yang kecewa dengan kekalahan. Bahkan ada yang bernasib tragis, mengalami kecelakaan dalam Olimpiade. Berikut tiga kecelakaan tragis dalam Olimpiade 2016:

1.     Atlet Senam Artistik Mengalami Patah Kaki

Atlet senam artistik asal Prancis Samir Ait Said, memendam kekecewaan dalam Olimpiade 2016. Tidak hanya kalah, ia juga harus mendapatkan perawatan karena patah kaki usai salah dalam melakukan pendaratan, Minggu (7/8/2016). Suara patah kaki dari atlet berusia 26 tahun ini bahkan sampai didengar oleh penonton di dalam area.

Baca Juga:  Hikmah Diniah, Potret Ibu Tangguh Pejuang Pergerakan Perempuan Pekerja di Yogyakarta

Nasib tragisnya belum berhenti sampai di sini. Saat Samir hendak di masukkan ke ambulance mendadak kaki ranjang yang mengangkutnya terlipat, hingga ia jatuh bersamaan dengan ranjang yang ia naiki. Ia harus merasakan kesakitan lagi karena keteledoran tim medis.

2.    Atlet Senam Artistik Mengalami Leher Retak

Tim atlet senam Artistik Ellie Downie 17 tahun asal Inggris ini juga mengalami kecelakaan.  Awalnya ia beraksi cukup mulus saat melalui tantangan bar dan balok. Namun, saat aksi lantainya ia mendarat kurang sempurna , ia terjungkal dengan posisi kepala mendarat terlebih dahulu. Meskipun ia merasa ada suara retakan di lehernya, ia masih mampu bangkit kembali, karena kesalahannya saat mendarat tidak menimbulkan luka yang serius pada Minggu (7/8/2016) dilansir dari tribunnews.com.

Baca Juga:  Tarif Penerbangan Domestik Turun, Menhub Beri Apresiasi

3.     Pembalap Sepeda Mengalami Retak Tulang Belakang

Nasib sial juga dialami Pebalap sepeda 33 tahun Annemiek van Vleuten asal Belanda. Ia  terjatuh saat melewati tikungan tajam di daerah Vista Chinesa. Ia terjungkal dan terplanting ke pinggir jalan pada Minggu (7/8/2016).

Seketika ia di bawa oleh petugas ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Menurut tim medis ia mengalami retak di bagian tulang belakang. “Van Vleuten sudah sadar dan bisa berkomunikasi kembali. Pemeriksaan kembali akan dilakukan oleh pihak rumah sakit,” kata juru bicara Persatuan Sepeda Internasional.
 (Rep-04/Ed-01)

Baca Juga:  GBPH Prabukusumo jadi Ketua IKPNI Korwil DIY