Erupsi Berkepanjangan, Wisata di Lereng Gunung Merapi, Amankah?

Nataru
Ilustrasi: Salah satu objek wisata di lereng Gunung Merapi. (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso menyampaikan bahwa meskipun erupsi Gunung Merapi terjadi secara berkepanjangan sejak tahun 2021 hingga sekarang, namun kondisinya masih aman.

“Di masa liburan ini, Merapi masih aman untuk dikunjungi,” kata Agus dalam pernyataannya melalui video, pada Minggu (28/12/2025).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, informasi tersebut penting untuk disampaikan ke masyarakat agar tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah meningkatnya aktivitas wisata selama musim liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini. Terlebih, sejumlah pengelola wisata juga sudah mempersiapkan diri.

“Mereka tentu update aktivitas Gunung Merapi dan sudah mempunyai prosedur kedaruratan jika terjadi situasi yang tidak diinginkan,” lanjutnya.

Untuk itu pihaknya mengimbau agar wisatawan tidak perlu merasa takut terhadap informasi di media sosial yang mengabarkan tentang situasi mengkhawatirkan di Gunung Merapi saat ini, karena itu hoaks.

Lebih lanjut Agus berharap, masyarakat mengikuti perkembangan informasi resmi melalui Media Sosial BPPTKG terkait perkembangan aktivitas Gunung Merapi terkini.

Tak hanya masyarakat, pihaknya juga meminta agar para pengelola wisata pun meng-update informasi tersebut sehingga responnya akan cepat dan proper, ketika ada perkembangan aktivitas Merapi yang terjadi di luar dugaan.

“Apapun situasinya, keselamatan pengunjung yang paling utama,” tegasnya.

Selain itu, Agus memaparkan bahwa erupsi yang berkepanjangan ini meninggalkan deposit material vulkanik yang besar dan berpontesi menjadi lahar, khususnya di lereng Merapi sisi barat daya.

Namun demikian, Agus menjelaskan, berdasaroaj pemodelan aliran lahar dari situasi geomorfologi yang aktual di saya, maka kecil kemungkinan aliran lahar itu membahayakan pemukiman warga.

“Daya tampung sungainya masih cukup memadai,” tuturnya. (Rep-01)

Pos terkait