Ilustrasi (Sutriyati/kabarkota.com)
SLEMAN (kabarkota.com) – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang mulai berlaku 18 November atau hari ini, membuat sejumlah ibu rumah tangga di Sleman merasa “menjerit”. Pasalnya, mereka merupakan bagian dari masyarakat yang akan merasakan dampak langsung dari kenaikan harga tersebut.
Seorang ibu rumah tangga di Godean, Mumpuni Pangestuti mengaku, sebagai keluarga yang secara finansial masih pas-pasan, kenaikan harga BBM cukup berpengaruh. Apalagi Puniq, panggilan akrab ibu satu anak ini menduga, kenaikan harga BBM pasti aan berdampak pada harga-harga kebutuhan rumah tangga.
“Harus berhemat,” kata Puniq kepada kabarkota.com melalui Facebook, Senin (17/11) malam.
Meski begitu, Puniq tetap menanggapi positif kebijakan tersebut. “Untung kalau belanja ke pasar lumayan dekat, jadi bisa jalan kaki,” ucapnya.
Senada dengan Puniq, salah satu ibu rumah tangga di wilayah Seyegan, Anita Nidya juga menyatakan keberatannya atas kenaikan harga BBM yang mencapai Rp 2.000 per liter.
“Kalau saya tidak setuju,” kata Nita melalui BBM.
Nita khawatir, kenaikan harga BBM ini turut menaikkan harga-harga lainnya. Terlebih, hingga saat ini dirinya mengaku, tidak hanya masalah BBM bersubsidi, namun juga persoalan kelangkaan gas ukuran 3 kg yang sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir.
SUTRIYATI






