Istri Wartawan Almarhum Udin Berharap Kepada Jokowi

BANTUL (kabarkota.com) – Tak kunjung terungkapnya kasus pembunuhan wartawan harian Bernas, Fuad Muhammad Syafrudin alias Udin membuat istri almarhum Udin, Marsiyem merasa pesimis. Akan tetapi, dengan dorongan berbagai pihak yang memberikan support membuatnya tetap memiliki harapan. 
"Pasrah sih iya. Tapi semangat temen-temen yang ikut memperjuangkan yang gak bisa dihindarkan," kata Marsiyem kepada kabarkota.com di kediamannya di Gedongan, Trirenggo, Bantul, Jumat (15/8).
Baca Juga:  Bangun Pagar Alun-Alun Utara Saat Pandemi Corona, Begini Penjelasan Disbud DIY
Udin dibunuh pada 16 Agustus 1996 akibat oknum yang hingga kini belum terungkap motifnya. Marsiyem menuturkan jika kejadian tersebut tidak bisa dilupakan.
"Dibalik ini ada apa sih sebenarnya," kata Marsiyem yang mengaku masih menyimpan rasa penasaran. Ia merasakan jika sejak awal bergulirkan kasus pembunuhan Udin sarat akan rekayasa. Ia memandang pergantian Kapolda dan Kapolri yang sudah terjadi tetap tidak bisa menyelesaikannya.
Baca Juga:  Granat DIY Anggap Rehabilitasi Penyalah-gunaan Narkoba untuk Pecandu Pemula tak Efektif
Ia menambahkan, terpilihnya Joko Widodo atau yang akrab dipanggil Jokowi sebagai presiden menambahkan harapannya agar kasus pembunuhan almarhum suaminya bisa terungkap. 
"Semoga wae Jokowi membuka jalan," kata dia.
Sebelumnya Direktur Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham) Universitas Islam Indonesia (UII) mengatakan kasus pembunuhan wartawan Udin harus terus dikawal. Ia yakin bahwa wartawan Udin dibunuh karena berita.
"Selama ini dibelokkan ke kasus pidana murni, bukan karena berita. Pusham memperjuangkan bahwa Udin dibunuh karena berita. Pers bisa memediasi permasalahan," tuturnya, 13 Agustus 2014 lalu.   
Baca Juga:  Sebagian Ahli Waris Petugas Ad Hoc Penyelenggara Pemilu 2019 yang Meninggal di DIY Terima Santunan
Untuk itu, kata Eko, Pusham mendesak agar aparat negara, dalam hal ini Kepolisian DIY untuk tetap mendesak pelaku untuk diadili. "Kami tidak ingin polisi gagal menangani kasus Udin." (kim/mon)