Kepemimpinan di Indonesia Dinilai Kurang Inspirasi

Seminar bertajuk “Ketika Pemuda Menjadi Pemimpin,” di UMY, Kamis (14/4/2016). (sutriyati/kabarkota.com)

BANTUL (kabarkota.com) – Profesor di bidang hukum antropologi Universitas Islam Indonesia (UII), Jawahir Thontowi menilai, kepemimpinan di Indonesia saat ini kekurangan inspirasi. Hal itu diungkapkan Jawahir dalam Seminar bertajuk “Ketika Pemuda Menjadi Pemimpin,” di UMY, Kamis (14/4/2016).

Meskipun Indonesia kuat di pendidikan, kata Jawahir, namun karena tidak dipersiapkan secara profesional, maka tidak ada satu visi dan misi pendidikan untuk kepemimpinan umat dan bangsa.

Baca Juga:  Menpan Ijinkan ASN Antar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah

“Dalam pola kepemimpinan kita menggunakan listen to hear,” kata ahli hukum ini.

Karenanya, Dosen Fakultas Hukum UII ini juga berpendapat, semestinya Indonesia mempersiapkan pemuda yang memiliki jiwa kepemimpinan berbasis profetik, dengan menerapkan nilai-nalai kenabian, sebagaimana yang telah dicontohkan sejumlah Nabi dalam memimpin umatnya ketika itu.

Busyro Muqoddas, mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan, sepanjang tahun 2004-2013 sedikitnya ada 385 kasus korupsi yang pelakunya mayoritas dari anggota DPR, kepala daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, serta para komisioner, dan duta besar.

Baca Juga:  Beredar Buku Berbau Radikalisme, Ini Kata Menteri Anies Baswedan

Banyaknya kasus korupsi yang menjerat para pemimpin tersebut, menurutnya, tidak lepas dari tidak adanya fondasi ahlak yang kuat dalam rumah tangga maupun di tempat kerjanya.

Selain itu, pilihan-pilihan pekerjaan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai religiusitasnya, serta disiplin ilmu yang dipelajarinya selama ini juga berpengaruh. (Rep-03/Ed-03)