Merti Kali Gajahwong: Refleksi diri Warga Balirejo Yogya terhadap Lingkungan

Acara Merti Kali Gajahwong pada Minggu (30/10/2022). (dok. istimewa)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Warga Kampung Balirejo Merti Kali Gajahwong Balirejo, RW 06, Kelurahan Muja-muju, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, menggelar acara Merti Kali Gajahwong, pada Minggu (30/10/2022).

Ketua Pemuda Kampung Balirejo, Nugroho mengatakan, dengan mengambil tema “Lestari Kali Ku 2”, warga ingin berefleksi dan mencari cara berbenah diri dari segala kompleksitas permasalahan yang dihadapi Kota Yogyakarta. Khususnya terkait masalah lingkungan hidup.

Menurutnya, fenomena pergantian musim yang terjadi termasuk di Kota Yogyakarta membawa banyak potensi bencana hidrometeorologi. Di lain pihak, Gubernur DIY yang dilantik pada 10 Oktober 2022 lalu juga menyampaikan Visi Misinya untuk masa jabatan 2022-2027, melalui narasi Pancamulia yang salah satu poinnya adalah peningkatan kualitas lingkungan hidup. Persoalan lainnya adalah penangkapan mantan Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti dalam kasus dugaan korupsi terkait perizinan pendirian apartemen.

“Merti kali Gajahwong ini mengandung makna dan filosofis yang beragam,” ungkap Nugroho dalam siaran persnya, Minggu (30/10/2022).

Selain mengarak tumpeng besar keliling kampung, warga Balirejo juga memanjatkan doa lintas agama untuk menjaga keharmonisan hubungan, baik antarwarga maupun warga dengan lingkungan di kampung tersebut.

“Tinggal di wilayah perkotaan tidak menjadikan warga Balirejo abai terhadap keberadaan sungai karena ada banyak manfaat yang dapat dirasakan. Tak hanya menyediakan beragam satwa, seperti ikan, udang, dan belut yang dapat dikonsumsi warga, sungai ini juga menjadi sumber material pasir dan batu untuk bangunan,” sambungnya.

Lebih dari itu, kata dia, selama ini warga memanfaatkan sebagian lahan di sekitar aliran sungai untuk bertani sehingga bantaran sungai yang sebelumnya dianggap kotor dan wingit, kini menjadi ruang publik yang bersih dan nyaman untuk dikunjungi.

Pada kesempatan kali ini, Warga Balirejo juga menggelar “larung kali” sebagai simbol memelihara kerukunan warga sekitar bantaran sungai dalam menjaga kelestarian Kali Gajahwong.

“Harapannya, kegiatan ini menjadi undangan bagi warga, baik di hulu maupun hilir Sungai Gajahwong lintas wilayah untuk selalu menjaga aliran sungai ini dari ancaman bencana alam dan pencemaran,” tegasnya. (Ed-01)

Pos terkait