PAMPsi UGM akan Launching Program “Psikolog Masuk Sekolah”

Flyer kegiatan (dok. istimewa)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Paguyuban Alumni Magister Psikologi Profesi Universitas Gadjah Mada (PAMPsi UGM) akan melaunching secara daring program “Psikolog Masuk Sekolah” (PsiMaS), pada Minggu (8/11/2020), pukul 10.00 WIB.

Penanggung-jawab Program, Sita Alfiyah menjelaskan, PsiMas merupakan salah satu upaya untuk mendorong inisiatif dan peran psikolog dalam melakukan edukasi terhadap berbagaiaspek psikologis seputar remaja dan konsultasi. Melalui PsiMas ini, setidaknya para siswa dapat meningkatkan pemahaman tentang berbagai materi seputar remaja, seperti aspek pengembangan potensi, akademik, emosional dan sosial yang mendukung penguatan karakter, serta pengembangan diri anak hingga pencapaian prestasi akademik mereka. Adapun sasaran pertama program PsiMaS ini adalah 12 SMA di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Provinsi Jawa Tengah.

“Program akan kami gelar selama 4 minggu pada bulan November, dalam berbentuk
psikoedukasi dan konsultasi,” papar Sita dalam pernyataan tertulis yang diterima kabarkota.com, Sabtu (7/11/2020).

Baca Juga:  Pemerintah Didesak Larang Penjualan Rokok Eceran

Launching yang rencananya digelar secaara virtual tersebut, Ganjar Pranowo selaku Ketua KAGAMA \Dekan
Fakultas Psikolgi UGM, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Provinsi Jawa Tengah (Ibu Nikmah Nurbaity), ketua Kapsigama, ketua PAMPsi UGM, Pembina PAMPsi UGM, dan Kepala Sekolah sasaran. Hadir juga Kepala SMA N 10 Purworejo, Setyo Mulyaningsih yang nantinya akan memberikan testimoni sekolah yang sudah ia jalannya programnya sejak Juli lalu.

Lebih lanjut Sita menjelaskan, latar belakang kegiatan ini digelar, lantaran remaja merupakan masa transisi dari anak-anak ke dewasa sehingga berbagai hal mereka hadapi. Terlebih, pada masa pandemi seperti ini juga menjadi tantangan tersendiri. Oleh karenanya, kemampuan adaptasi dan pendampingan yang tepat sangat penting bagi
remaja agar mereka bisa melewati masa transisi tersebut dengan baik.

“Pemahaman yang tepat dan benar terhadap hal yang berkaitan
dengan psikologisnya diharapkan dapat mendorong remaja untuk memiliki motivasi yang
baik dalam belajar, menunjukkan karakter baik, mampu mengembangkan dirinya dan dapat
berprestasi dengan optimal,” ungkapnya.

Baca Juga:  Jelang Ramadhan di Tengah Corona, PDM Kota Yogya: Anggap ini sebagai Musibah

Selain itu pihaknya juga berharap agar selama belajar di rumah, para remaja bisa melalui dan mesikapinya dengan tepat sehingga permasalahan yang dihadapi dapat tertangani dengan baik, Hal itu penting agar tidak berpengaruh di masa dewasa.

Sita mengatakan, program ini terbagi dalam dua kegiatan, yakni psikoedukasi dan konsultasi. Kegiatan
psikoedukasi atau dikenal dengan “Kelas Berbagi” yang dilakukan dengan melaksanakan
pembelajaran melalui media daring, seperti WA Group atau Zoom Cloud Meetings.

“Tema yang akan kami sampaikan meliputi tema psikologi seputar aspek pengembangan potensi, akademik,
emosi, dan sosial,” sambungnya,

Dengan begitu, lanjut Sita, maka para siswa bisa memahami potensi yang dimiliki, upaya dalam mendukung belajar yang asyik dan menyenangkan di masa pandemi, mengenali dan mengekspresikan emosi yang tepat dan mengembangkan keterampilan sosial dalam pergaulan.

Baca Juga:  Peralatan Militer Diproduksi, Presiden SBY Bantah Ingin Bangun Militer Agresif

Sementara Kegiatan konsultasi akan dilakukan secara daring, melalui WA chat/WA call/Line
chat/Google Hang Out/Google Meet. Alurnya, untuk melakukan konsultasi, maka siswa harus mengisi google form yang berisi pilihan jadwal konsultasi, pilihan media konsultasi dan permasalahan yang dihadapi. Tim Konselor akan melakukan konsultasi dengan jadwalseminggu sekali.

Program PsiMas didukung oleh Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Provinsi Jawa Tengah, Asosiasi Psikolog Sekolah (APSI) Provinsi Jawa Tengah, Keluarga Alumni Psikologi UGM (Kapsigama) dan Keluarga Alumni UGM (KAGAMA). Pihaknya juga berharap agar kolaborasi ini dapat menjadi langkah bersama dalam upaya mendukung kemajuan pendidikan bangsa, melalui penerapan ilmu psikologi dalam pendidikan. (Ed-01)