Pemkot Rancang Pembangunan Kawasan Ekonomi Yogya Selatan

Konsultasi Publik Rancangan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2023 – 2026 Kota Yogyakarta, pada Jumat (4/2/2022). (dok. screenshot kanal youtube Pemkot Jogja)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Danang Rudyatmoko berharap, agar Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mulai memikirkan untuk membangun Kota Yogyakarta di sektor Selatan

Harapan tersebut disampaikan Danang dalam Konsultasi Publik Rancangan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2023 – 2026 Kota Yogyakarta, pada Jumat (4/2/2022).

Menurutnya, pembangunan tersebut tidak hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga mendesain pertumbuhan perekonomian-perekonomian kecil yang baru.

“Di sektor Selatan, lahan masih cukup. Artinya belum banyak bangunan meskipun sudah padat, tetapi masih bisa diupayakan,” sambungnya.

Selain itu, Danang juga meminta agar Pemkot memperbaiki tata kelola lalu-lintas perkotaan. Terlebih dengan adanya proyek pembangunan tol Solo – Yogya – Kulon Progo, dan tol Yogya – Bawen yang exit-nya akan berada di wilayah Sleman.

“Perlu adanya bantuan kerjasama agar nanti exit tol itu bisa berhubungan dengan pintu masuk yang menghubungkan Sleman, Kota Yogyakarta, dan Bantul,” kata Danang melalui kanal youtube Pemkot Jogja.

Danang menilai, hal tersebut penting karena berkaitan dengan pengembangan sektor pariwisata yang tidak hanya di Kota Yogyakarta, tetapi juga kabupaten sekitarnya.

Lebih dari itu, sambung Danang, dengan adanya korelasi tersebut, maka keberadaan tol akan membawa multiplier effect tidak hanya di sektor pariwisata, tetapi juga bagi para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di sekitarnya.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi juga sependapat bahwa berbicara tentang pariwisata di Kota Yogyakarta tidak melulu Kota saja tetapi juga menyangkut kabupaten di sekitarnya. Mengingat, ketika wisatawan datang ke Yogyakarta, umumnya mereka juga mengunjungi destinasi wisata di kabupaten lain, seperti Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul.

Heroe juga memprediksi bahwa pada tahun 2023 – 2026 mendatang akan banyak sekali perubahan-perubahan wajah di Kota Yogyakarta dan DIY yang menyangkut tentang akses dan mobilitas dan distribusi orang di yogyakarta. Terutama setelah bandara YIA berfungsi maksimal, dan jalan tol mulai beroperasi.

“Ini harus diantisipasi karena saat ini berbarengan dengan daerah-daerah lain yang masuk Destinasi Wisata Super Prioritas, dan DIY-Jateng menjadi bagiannya,” tegas Heroe.

Sementara terkait dengan Pembangunan Kota Yogyakarta Sektor Selatan, Kepala Bappeda Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono mengaku bahwa pihaknya telah merancang Kawasan Ekonomi Yogya Selatan yang dapat menjadi magnet baru yang mengurangi disvarietas wilayah Utara dan Selatan. Salah satunya, dengan rencana pembangunan Taman Budaya Giwangan, pada tahun 2023 mendatang.

“Kunci utamanya adalah bagaimana nantinya mensinergikan dan mengintegrasikan antar-ikon dengan potensi wilayah yang selama ini sudah ada dan terus berkembang,” kata Agus.

Integrasi yang dimaksud, lanjut Agus, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga infrastruktur pendukungnya. Satu diantaranya, dengan memanfaatkan terminal Giwangan sisi Utara yang menjadi kewenangan Pemkot sebagai pintu gerbang wisata Kota Yogyakarta. (Rep-01)

Pos terkait