Pemkot Yogya Habiskan Rp 78.6 M untuk Proyek Pembangunan Sarpras tahun 2021

Salah satu proyek pembangunan sarpras yang dilakukan oleh Pemkot Yogyakarta tahun 2021 (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Sepanjang tahun 2021 ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menghabiskan anggaran sekitar Rp 78.66 Miliar untuk Proyek Pembangunan Strategis Sarana dan Prasarana Fisik.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti dalam Sambutan Peresmian Proyek Pembangunan Strategis Sarana dan Prasarana (Sarpras) Fisik Kota Yogyakarta untuk Tahun Anggaran 2021.

Menurutnya, anggaran tersebut digunakan untuk membangun 37 sarpras yang 10 diantaranya diresmikan Pemkot Yogyakarta, pada Jumat (31/12/2021). Sepuluh Proyek Pembangunan Strategis Sarpras yang dimaksud, yakni:

1. Proyek Penataan Pedestrian Kawasan Kotabaru (Galeria-Gramedia) Rp 19.97 Miliar
2. Pembangunan Pedestrian Jalan Perwakilan Rp. 10.29 Miliar
3. Pembangunan Kawasan Jalan KHA Dahlan Rp. 9.91 Miliar
4. Pembuatan Los Sementara PKL Kawasan Malioboro Rp. 2.82 Miliar
5. Pembangunan Lapangan Karang Rp. 6.44 Miliar
6. Pembangunan Gedung Parkir Balaikota sebesar Rp. 2.59 Miliar
7. Pembangunan SD Negeri Sosrowijayan Rp. 2.57 Miliar
8. Pembangunan Kantor Kelurahan Patangpuluhan Rp. 1.93 Miliar
9. Pembangunan Balai RW 07 Kelurahan Baciro Rp. 1.23 Miliar
10. Pembangunan Gedung Puskesmas Jetis Rp. 2.50 Miliar

“Dalam proses perencanaan pembangunan, kami berupaya untuk menguatkan identitas Keistimewaan Yogyakarta yang dikenal dengan seni budaya dan sejarah filosofinya yang mengandung banyak makna,” kata Walikota.

Pembangunan sarana-prasarana di Kota Yogyakarta ini, lanjut Haryadi, bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan publik di berbagai bidang, seperti kesehatan, pendidikan, sosial budaya, serta menunjang kegiatan ekonomi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Haryadi menyatakan bahwa pembangunan tersebut sekaligus untuk menyediakan ruang yang nyaman bagi masyarakat untuk beraktivitas, serta mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di Kota Yogyakarta, di tengah pandemi Covid-19. (Ed-01)

Pos terkait