Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka saat meninggalkan lokasi proyek tol Jogja – Bawen Elevated 4 di Tempel, Sleman, pada Rabu (26/2/2025). (dok. kabarkota.com)
SLEMAN (kabarkota.com) – Sejak sekitar jam 11 pagi jelang siang, situasi di sekitar proyek tol Jogja – Bawen elevated 4 di Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, DIY terlihat ramai dengan personel keamaan dari TNI/Polri, baik yang berseragam maupun tidak.
Sejumlah petinggi TNI/Polri di tingkat Provinsi dan Kabupaten Sleman juga terlihat berdatangan dengan rombongan masing-masing.
Kesibukan para personel keamanan dan komandannya ini untuk menyambut kedatangan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka yang dijadwalkan berkunjung di lokasi proyek tersebut, pada Rabu (26/2/2025) siang.
Dari pantauan kabarkota.com, kendaraan rombongan Wapres Gibran tiba di lokasi acara sekitar pukul 13.00 WIB dan disambut oleh para pejabat, diantaranya dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan PT Jasamarga Tol Jogja-Bawen.
Gibran yang mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam langsung diajak ke tenda-tenda yang berdiri di tepi selokan mataram, persis di bawah kerangka beton tol Jogja – Bawen.
Kemudian, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY, Khusairi dan Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen, A.J Dwi Winarsa memberikan penjelasan kepada Wapres secara bergantian, tentang perkembangan proyek pembangunan Tol Jogja – Bawen dan Tol Solo – Jogja – Kulon Progo yang dibangun sejak era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) tersebut.
Dari kejauhan, sejumlah warga sekitar tampak berkerumun di atas jembatan Selokan Mataram, dan sesekali terdengar memanggil nama Gibran. Usai pemaparan, Gibran sempat melambaikan tangan dari kejauhan kepada mereka.
Setelah kurang lebih satu jam, Gibran yang mengendarai mobil putih dengan dikawal Paspampres meninggalkan lokasi acara, disusul kendaraan rombongannya.
Progres Pembangunan Tol Jogja – Bawen Seksi 1 dan Seksi 6
Saat ditemui wartawan, Kepala BBPJN Jateng-DIY, Khusairi mengungkapkan, Wapres meninjau tol seksi 1 Jogja – Bawen, di Banyurejo, Sleman yang sedang on progress sekitar 75 persen.
“Wapres berharap tol ini dapat tersambung dari Bawen ke Semarang, Bawen ke Jogja. Dengan tersambungnya tol ini, jarak tempuh yang semula 2-3 jam akan menjadi 1,5 – 2 jam,” kata Khusairi.
Selain itu, lanjut Khusairi, Tol Jogja – Bawen juga akan terkoneksi dengan tol Solo – Jogja – Kulon Progo sehingga aksesibilitas masyarakat dari Solo, Yogyakarta, dan Semarang bisa berjalan lancar, dengan jarak tempuh yang lebih singkat.
“Untuk target Jogja-Bawen tahap pertama yang Seksi 1 ini sekitar pertengahan bulan Oktober 2026 selesai. Sedangkan Seksi 6 target selesai pada 6 Desember 2025,” sebutnya.
Secara keseluruhan proyek Tol Jogja – Bawen ditergetkan selesai pada tahun 2030 mendatang. Meskipun, pihaknya tak menutup kemungkinan adanya revisi target penyelesaian seksi-seksi lainnya, karena imbas dari efisiensi anggaran.
Namun demikian, pihaknya mengaku tak menghadapi kendala yang cukup berarti. Termasuk dalam proses pembebasan lahan yang masih berproses. “Progresnya sudah di atas 95 persen untuk seksi 1. Seksi 6 juga di atas 95 persen,” ucapnya.
Khusairi justru mohon dukungan dari Wapres untuk kelanjutan dari seksi yang akan dibangun. Sebab, sekarang profit secara akumulatif baru sekitar 42 persen, sehingga untuk menjaga supaya selesai secara keseluruhan di tahun 2030, dibutuhkan dukungan dari pemerintah.
Jelang Lebaran, Ruas Prambanan – Taman Martani Dioperasionalkan Terbatas
Sementara itu, Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen, A.J Dwi Winarsa menerangkan tentang fungsional untuk menghadapi mudik Lebaran 2025 ini.
“Itu ruas yang pertama sudah kami operasionalkan, yakni Kartasura – Klaten sepanjang 22 Km,” sebutnya.
Kemudian untuk operasional penuhnya Klaten dan Prambanan, sambung Dwi, itu sepanjang 8,6 Km. “Kemungkinan sebelum lebaran ini sudah kami operasional full, karena sekarang sudah layak fungsi, tinggal menunggu surat dari Keputusan Menteri PU,” tegasnya.
Sedangkan untuk mengantisipasi kemacetan saat arus mudik Lebaran 2025 ini, pihaknya akan membuka ruas tol Perambanan – Taman Martani sepanjang 6,7 Km, dengan operasional terbatas satu arah mulai H-7.
“Jadi fungsional ini sifat terbatas, yaitu dengan satu jalur B dan khusus untuk kendaraan golongan 1,” jelasnya. Fungsional terbatas itu akan dimulai pada pukul 06.00 – 18.00 WIB. Hanya saja, jam operasional bisa berubah, tergantung diskresi dari pihak kepolisian.
Lebih lanjut Dwi menuturkan, tol tersebut akan Tol ini akan difungsikan jika di gate Tol Prambanan padat kendaraan, karena diprediksi jumlah kendaraan yang akan melintas sekitar seribu unit atau ekornya lebih panjang dari 500 meter. (Rep-01)







