2 Korban Tertimbun Tanah Longsor di Gunungkidul belum Ditemukan

Proses pencarian dua korban tanah longsor di Gunungkidul, pada 20 November 2022 (dok. Basarnas DIY).

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Pencarian dua korban tanah longsor di Kalurahan Candisari, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul DIY, hingga Senin (21/11/2022) masih dilanjutkan. Mengingat, dua korban atas nama Kasoijoyo (P/90thn) dan Karni (P/53thn) belum ditemukan.

Humas Basarnas DIY, Pipit Eriyanto mengatakan, pencarian kali ini dibagi dalam tiga regu, dengan menggunakan alat manual, dan eskavator. Selain itu, para petugas juga telah menyiapkan tandu, stabilisasi, dan kantong jenazah.

“Jika korban diketemukan akan dievakuasi menuju Puskesmas Semin,” ungkap Pipit dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/11/2022).

Sebelumnya, pada 19 November lalu, terjadi bencana tanah longsor di Kalurahan Candisari yang mengakibatkan empat rumah warga roboh, dan dua warga tertimbun tanah longsor. Sekitar 36 warga terpaksa diungsikan karena kondisi di wilayah tersebut masih rawan terjadi longsor susulan.

Sementara berdasarkan Laporan Situasi Kejadian Bencana Hidrometeorologi di DIY pada
15 – 20 November 2022, hujan deras disertai angin kencang yang melanda seluruh Kabupaten/kota dalam rentang waktu tersebut telah mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.

1. Kabupaten Gunungkidul

Tercatat 11 kapanewon di Gunungkidul dilanda banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang mengakibatkan 111 orang mengungsi, dan dua korban tanah longsor masih dinyatakan hilang.

Bencana tersebut juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur, seperti akses jalan terganggu (13 titik), jembatan (3 unit), fasilitas pendidikan (2 unit), dan saluran air bersih (1 unit).

Dampak lainnya, sebanyak 45 unit rumah rusak ringan, tujuh rusak sedang, dan dua rumah rusak berat. Rekahan tanah sepanjang kurang lebih 100 meter juga terjadi di Sambeng, Sambirejo, Ngawen.

2. Kabupaten Sleman

Kejadian Angin Kencang di Kapanewon Sleman, Godean, dan Mlati telah mengakibatkan satu unit rumah rusak, dan empat pohon tumbang.

3. Kabupaten Kulon Progo

Sebanyak 21 titik tanah longsor dan empat titik angin kencang di empat kapanewon telah mengakibatkan 13 unit rumah warga rusak, 11 akses jalan di Kulon Progo terganggu, satu titik jaringan listrik terganggu, satu titik saluran air bersih, satu titik talud, dan satu kandang ternak juga rusak. Selain itu, ada tiga titik kejadian pohon tumbang.

4. Kabupaten Bantul

Pada 18 November lalu, di Bantul terjadi tiga gerakan tanah dan dua rumpun bambu ambrol dan masuk ke sungai.

Untuk itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terkait peringatan dini dan informasi cuaca dari BMKG. Misalnya, jika terjadi hujan deras disertai angin kencang, maka warga diminta menghindari pohon besar, tiang listrik, Baliho, daerah rawan longsor dan Daerah Aliran Sungai. Pemangkasan pohon lapuk dan cabang berlebih juga diperlukan guna menghindari ancaman bencana angin kencang.

Siaga darurat DIY juga diberlakukan untuk menyiapkan dukungan Penanganan bagi kabupaten kota. (Ed-01)

Pos terkait