Dampak Corona, 70% Hotel dan Restoran Di DIY Merumahkan Karyawan

Ilustrasi (dok. amphara)

YOGYAKARTA – Wabah virus Corona (Covid-19) tak hanya berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat. Lebih dari itu, dunia usaha juga ikut terpukul. Akibatnya, sebagian dari mereka terpaksa merumahkan pekerjanya.

Salah satu yang paling terdampak adalah sektor perhotelan dan restoran di DIY. Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Ernowo mengaku, sejak 18 Maret lalu hingga sekarang, setidaknya 70% dadi total 496 hotel dan restoran telah melakukan hal tersebut.

Baca Juga:  Bertemu Pihak Pengembang, Warga Terban Yogya tetap Tolak Pembangunan Apartemen

“Paling banyak hotel non bintang,” ungkap Deddy kepada kabarkota.com, Selasa (7/4/2020).

Deddy menjelaskan karyawan yang dirumahkan itu mereka tetap bekerja, namun hanya 15 hari kerja karena hotel dan restotan tidak menerima tamu. Hotel hanya menerima reservasi untuk bulan-bulan yang akan datang, membersihkan, dan menjaga properti.

Pihaknya menganggap bahwa wabah penyakit ini sebagai kejadian yang tak normal. Untuk itu pihaknya maka PHRI DIY meminta agar pemerintah membuat kebijakan yang juga tak normal. Misalnya dengan segera merealisasikan janji stimulus itu di daerah-daerah.

Baca Juga:  Angka Kehamilan Tak Diinginkan Tinggi, Youth Forum dan PKBI DIY Usulkan ini ke Pemerintah

“Kemudian, PLN juga bisa memberikan stimulus kepada kami agar merumahkan karyawan ini tidak semakin lama dan luas,” harapnya.

Sementara Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja (HIPTK) Disnakertrans DIY Ariyanto Wibowo mengungkapkan, ada 3.417 pekerja sektor perhotelan (24.31%) dari total 14 055 pekerja di DIY yang telah dirumahkan.

Namun demikian, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap tenang, dan mengikuti aturan pemerintah. Dalam hal pelaksanaan hubungan industrial, hendaknya ada dialog antara pengusaha dan pekerja, sebelum mengambil keputusan merumahkan mereka di tengah kondisi seperti sekarang. (Rep-01)

Baca Juga:  Pedagang pasar tradisional tolak mall di Bantul karena alasan ini