Dipertanyakan Soal Dana, Ini Penjelasan Panitia Mural Indonesia Tanpa Jokowi

Ilustrasi (dok. BEM KM UGM)

SLEMAN (kabarkota.com) – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM KM UGM) Yogyakarta berencana menggelar lomba mural bertajuk Indonesia tanpa Jokowi.

Tema perlombaan yang kontroversial tersebut mengundang sorotan publik. Salah satunya menyangkut pertanyaan, dari mana asal dana guna mengcover pengadaan hadiah yang nilainya mencapai jutaan rupiah.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Aksi dan Propaganda BEM KM UGM, Halim Safar Hasibuan, saat dihubungi kabarkota.com, Senin menegaskan bahwa pendanaan untuk kegiatan tersebut murni dari swadaya BEM KM UGM.

"Kami pelaksana bebas dari kepentingan manapun. Apalagi Partai atau golongan. Pendanaan itu hasil dari kita sendiri. Tidak ada sponsor," ungkapnya.

Sementara terkait dengan rencana pemanggilan panitia oleh pihak UGM untuk klarifikasi karena dianggap tanpa sepengetahuan rektorat, Halim mengaku tidak mengetahui rencana tersebut.(Baca juga: Ini Respon Pihak UGM Menyoal Mural Indonesia Tanpa Jokowi)

Sebelumnnya, pada 5 November 2015 lalu, kepada kabarkota.com, Kepala Bagian (Kabag) Humas UGM, Wijayanti mengaku, pihaknya tak tahu-menahu tentang acara tersebut.

"Direktorat kemahasiswaan akan memanggil panitia untuk meminta klarifikasi tentang kegiatan tersebut," kata Wiwit sapaan akrab Wijayanti. Mengingat, kegiatan tersebut juga belum mendapatkan izin dari pihak rektorat.

Menurut Halim, hinggal 9 November 2015, setidaknya telah ada 10 calon peserta yang akan mengikuti perlombaan tersebut.(Baca juga: BEM KM UGM Gelar Lomba Mural Indonesia Tanpa Jokowi, Ini Alasannya)

Nantinya, hasil karya para peserta lomba mural itu akan dipamerkan di Gelanggang Mahasiswa UGM, pada 13 November mendatang. (Rep-03/Ed-03)

Pos terkait