Dishub akan Screening Bus Wisata Masuk DIY di 8 Titik

  • Whatsapp

Ilustrasi (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) DIY akan melakukan screening terhadap bus-bus pariwisata yang akan masuk ke obyek wisata, pada akhir pekan ini.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Kepala Dishub DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti kepada wartawan di kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (24/9/2021).

Menurutnya, upaya tersebut ditempuh guna mengantisipasi lonjakan kunjungan wisata dari luar daerah. Mengingat, saat ini situasi kasus Covid-19 di DIY sudah relatif bagus.

“Harapannya, kami uji cepat dulu,”

Lebih lanjut Made menjelaskan, screening ini terkait dengan persyaratan vaksinasi bagi para wisatawan. Rencananya pengecekan dilakukan di sejumlah terminal, dan beberapa jalur menuju objek wisata. Diantaranya, di terminal Prambanan, Giwangan, dan Jombor, serta beberapa titik lainnya di Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul.

Nantinya, lanjut Made, Dishub akan bekerjasama dengan aparat kepolisian, serta pemda di Kabupaten/kota. Termasuk menggandeng para pengelola wisata yang sudah diizinkan untuk melakukan ujicoba pembukaan objek wisata di DIY.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Singgih Raharjo menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah memberikan kesempatan kepada DIY dan beberapa provinsi di Jawa untuk melakukan ujicoba tahap kedua pembukaan objek wisata di tengah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Singgih menyebut, total objek wisata yang akan diujicoba di DIY sebanyak 20 tempat pada pada tahap pertama. Kemudian di tahap kedua. Empat objek yang dimaksud, yakni Candi Ratu Boko, Merapi Park, Seribu batu kawasan Mangunan, Pinus Pengger, dan Kawasan Mangunan.

“Keempat tempat wisata ini sudah mengantongi sertifikat CHSE, dan seluruh pelaku pariwisata sudah divaksinasi, serta SOP juga sudah jelas,” ungkap Singgih, pada 21 September 2021.

Selain itu, sambung Singgih, para pengelola objek wisata tersebut juga cukup siap, dan bersifat outdoor non berbasis air sebagaimana yang disyaratkan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. (Rep-01)

Pos terkait