Foto dr. Isna (dok. humas RSUP dr. Sardjito)
SLEMAN (kabarkota.com) – Seorang residen Obsgyn di Rumah Sakit Umum Pusat ( RSUP) dr. Sardjito Yogyakarta, dokter Nur Ruwaida Isnaini alias dr. Aini atau Isna menghilang, sejak 4 Januari 2017 lalu.
Kakak dr. Isna, Nurmala Sofiyati, saat dihubungi kabarkota.com, Sabtu (7/1/2017) membenarkan hal tersebut. Hanya saja, pihak keluarga hingga kini belum mendapatkan informasi terkait perkembangan kasus adiknya itu dari kepolisian.
“Belum ada perkembangan,” jawabnya singkat melalui sambungan telepon.
Berdasarkan informasi dari Kepala Humas RSUP dr. Sardjito Yogyakarta, Heru Trisno Nugroho, dr. Isna telah bertugas sebagai Residen sejak 7 Januari 2014 lalu. Residen merupakan dokter umum yang sedang menempuh pendidikan untuk spesialis.
Selain itu, perempuan asal Bogor, Jawa Barat itu juga jaga stase atau jaga pada tiap grade dalam proses pendidikan spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman.
Hilangnya dokter kelahiran tahun 1985 itu bermula ketika pada 4 Januari lalu, ia jaga stase di RSUD Sleman. Saat itu yang bersangkutan menyerahkan jaga stase kepada temannya dan pamitan akan menghadap Kepala Program Studi (KPS)-nya, serta mengabarkan melalui sambungan telepon bahwa dirinya sampai di RSUP dr. Sardjito pada pukul 09.00 WIB.
Namun hingga pukul 14.00 WIB, dr. Isna tak kunjung kelihatan rumah sakit, akhirnya salah satu teman menelpon kakak Isna yang tinggal di Wonosobo, Jawa Tengah. Pihak keluarga pun melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Mlati.
Dari pelacakan melalui CCTV Kos di wilayah Mlati, ternyata pada pukul 09.00 WIB itu, dr. Isna tidak pergi ke RSUP Dr Sardjito, melainkan berada di kos. Ia juga sempat meninggalkan kos dengan menitipkan kunci mobil beserta mobilnya kepada penjaga, sebelum akhirnya pergi dengan mengenakan baju btik biru keungu-unguan, dan celana panjang warna hitam, serta berkerudung.
Kemudian dari pelacakan sinyal HP, perempuan dengan ciri-ciri tinggi badan 155 cm, berat badan 66 kg, kulit sawo matang, dan berambut panjang itu telah berada di Temanggung, Jawa Tengah, pada pukul 17.00 WIB.
Saat itu keluarga langsung berangkat ke Temanggung. Ternyata, lokasi itu merupakan tempat kos yang dihuni para bidan. Namun, menurut para penghuni kos ,tidak ada yang melihat Isna.
“Keluarga menunggu di kos tersebut sampai esok harinya, tapi tidak ada kemunculan dari Isna,” ungkapnya.
Kemudian pada tanggal 5 Januari 2017, keluarga mengaku telah menerima sms dari Isna yang intinya meminta agar keluarga tidak mencarinya, disertai ungkapan “Semoga Allah melindungi Isna”.
Setelah dilacak dari signal HP lagi, posisi Isna sudah berada di Gorontalo, atau tepatnya di rumah keluarga Zainuddin.
Hanya saja, saat didatangi oleh anggota kepolisian setempat, keluarga Zainuddin mengaku tidak pernah melihat dokter muda tersebut. (Rep-03/Ed-03)







