Generasi Happy: Membendung Dampak Buruk Internet bagi Gen Z

Jumpa pers event Generasi Happy, di Stadion Maguwoharjo Sleman, pada Minggu (20/11/2022). (dok. kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Mental Health (kesehatan mental) menjadi isu yang akhir-akhir ini mendapatkan perhatian publik. Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi, seperti internet yang begitu pesat sangat berpengaruh pada kesehatan mental seseorang, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Artis muda, Ziva Magnolya mengaku, dirinya yang lahir di era 2001 sangat merasakan perubahan zaman yang terjadi, sebelum dan setelah internet menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seperti sekarang.

“Dari pagi sampai malam tidak pernah lepas dari internet, khususnya sosial media. Sebelum tidur main HP dulu, ketika bangun juga pasti cek HP dulu,” ungkap Ziva dalam jumpa pers event Generasi Happy di Stadion Maguwoharjo Sleman, pada Minggu (20/11/2022).

Ziva ini tak memungkiri bahwa dari internet, banyak hal baik ataupun buruk yang bisa didapat oleh para penggunanya. Namun sebagai musisi, perempuan kelahiran 14 Maret 2001 ini berusaha mengambil peran untuk menjaga kesehatan mental dengan memberikan hal-hal yang positif kepada para masyarakat. Misalnya, melalui lagu-lagu, maupun caption postingannya di media sosial.

Sementara, SVP Head of Brand Marketing & Comms Tri, Galuh Nefita beranggapan bahwa generasi Z yang rata-rata menggunakan gadget 7 – 10 jam per hari itu seringkali menimbulkan mispersepsi bagi generasi di atasnya. Padahal, Gen Z menganggap sebagai jendela dunia mereka.

Ciri lain yang ada pada generasi yang lahir di era 1996 – 2022 ini, sebut Galuh, adalah generasi yang tidak sabaran.

“Gen Z ini selalu ingin segala sesuatunya cepat dan sekarang,” sambungnya.

Selain itu, mereka juga tergolong generasi yang menganggap digital life dan real life sama pentingnya sehingga mereka memiliki digital identity masing-masing untuk mengekspresikan kebebasan mereka.

Menurutnya, Jika ini tidak terkelola dengan baik, maka segala informasi yang ada di internet, bisa berdampak buruk bagi mereka.

Untuk itu, District Operation Head Central dan West Java, Robby Hikmat Permana mengatakan bahwa event Generasi Happy yang digelar di Yogyakarta ini sebagai upaya untuk memaksimalkan dunia digital dengan positif dan kreatif, khususnya bagi Gen Z.

“Kami ingin memastikan untuk memaksimalkan potensi anak-anak muda di dunia digital,” ucapnya.

Robi menyebut, ada empat yang difokuskan dalam kegiatan kali ini, yakni literasi digital, self skill development, creative content creation, dan entertainment, dengan menghadirkan musisi, tokoh inspiratif, dan content creator dari ibukota, seperti RAN, Ziva Magnolia, Najwa Shihab, dan Bondol.

“Kami melakukan road show ke sekolah-sekolah untuk mengedukasi para pelajar dengan harapan mereka mendapatkan literasi digital secara positif dan kreatif,” ungkapnya.

Selain di Yogyakarta, lanjut Robi, event serupa juga digelar di empat kota lainnya, yakni Makassar, Bandung, Surabaya, dan Palembang. (Rep-01)

Pos terkait