Kader PKB Masuk Bursa Penjaringan Cabup/Cawabup PDIP di Sleman

Pengurus DPC PDIP Kabupaten Sleman saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait hasil penjaringan bakal calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah di Kabupaten Sleman. (Sutriyati/kabarkota.com)
 
SLEMAN (kabarkota.com) – Salah seorang kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DIY, Sukamto masuk dalam daftar nama hasil penjaringan sebagai calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah atau Bupati/Wakil Bupati di DPC PDIP Kabupaten Sleman.
 
Ketua Tim Penjaringan dan Verifikasi DPC PDIP Kabupaten Sleman, Supriyoko menyebutkan, nama anggota DPRD DIY tersebut masuk melalui kecamatan Depok, sebagai calon wakil kepala daerah, bersama seorang calon eksternal lainnya, Listiani Warih Wulandari.
Baca Juga:  Dialog dengan Siswa, Jokowi: Kok Belajarnya Sedikit Semua?
 
“Proses penjaringan ini terbuka bagi siapa pun,” kata Supriyoko kepada wartawan di kantor DPC PDIP Kabupaten Sleman, Senin (20/10).
 
Hanya saja, lanjut dia, untuk bakal calon eksternal harus menyertakan minimal 3 ribu KTP dukungan dari 50 persen dari total 17 kecamatan yang ada di Sleman.
 
Selain kedua bakal calon eksternal tersebut, tiga kader PDIP yakni, Rendradi Suprihandoko, Yuni Satia Rahayu, dan Pulung Agustanto juga masuk dalam daftar nama hasil penjaringan yang telah dilakukan pada 16 Oktober lalu.
Baca Juga:  Sejumlah Pedagang di Pasar Beringharjo dan Pasar Cebongan Terpapar Covid-19
 
“Rendradi Suprihandoko keluar di 15 PAC, Yuni Satia Rahayu di 9 PAC, dan Pulung Agustanto ada di 3 PAC,” rinci wakil ketua DPC PDIP Kabupaten Sleman ini.
 
Meski kuota empat kandidat telah terpenuhi, namun pihaknya masih membuka pendaftaran hingga 23 Oktober mendatang. Sedangkan untuk pengembalian formulir, maksimal 6 November 2014.
 
Menurutnya, setelah proses penjaringan usai, maka nama-nama tersebut akan diserahkan ke DPD untuk disaring menjadi dua nama calon yang akan diusung.
Baca Juga:  Polemik Kebijakan Impor Beras Berlanjut, Pakar UGM Beri Solusi
 
Ditanya terkait mengusung pasangan calon sendiri, Supriyoko menyatakan, hal tersebut memungkinan. Mengingat, perolehan suara PDIP Sleman pada Pileg lalu mencapai 24 persen atau 140 an suara. Padahal, untuk mengusung pasangan sendiri hanya dibutuhkan 15 persen.
 
SUTRIYATI