Kecelakaan Bus di Imogiri: 13 Korban Meninggal, 3 Balita Masih Dirawat

Konferensi pers Polres Bantul tentang kecelakaan bus wisata di Bukit Bego Imogiri, pada Minggu (6/2/2022). (dok. screenshot youtube Polda Jogja).

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Nasib Nahas dialami rombongan karyawan salah satu perusahaan konveksi dari Sukoharjo, Jawa Tengah yang mengadakan family gathering di Bantul dan Sleman. Bus wisata yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di sekitar Bukit Bego, Imogiri Bantul, pada Minggu (6/2/2022)

Kapolres Bantul, AKBP Ihsan menyebutkan, dari jumlah 47 korban, 13 orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan sisanya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di Rumah Sakit di Bantul.

“Mayoritas korban mengalami luka di kepala, dan ada tiga balita yang saat ini masih menjalani proses pengobatan,” jelas Kapolres dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal youtube Polda Jogja, Minggu (6/2/2022) malam.

Dari total 13 korban yang meninggal dunia, lanjut Ihsan, empat jenazah diantaranya masih dalam proses indentifikasi.

“Malam ini juga, korban yang meninggal dunia akan diantar ke alamat sesuai KTP dan diserahkan kepada ke keluarga masing-masing,” sambungnya.

Menurutnya, rombongan family gathering tersebut sebenarnya terdiri atas dua bus yang menuju ke Breksi, Hutan Pinus Mangunan, dan Parangtritis. Bus yang pertama sudah melaju lebih dulu, sedangkan bus yang mengalami kecelakaan tersebut merupakan rombongan kedua.

Meski demikian, pihaknya mengaku belum dapat memastikan penyebab pasti terjadinya kecelakaan, karena masih dalam proses penyelidikan.

“Saya tadi ke TKP, memastikan kendaraan malam ini kami evakuasi,” tegasnya.

Berdasarkan keterangan dari Kasubag Hukum Pemasaran dan Kemitraan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul, Siti Rahayuningsih, total korban yang dibawa ke RS tersebut sebanyak 20 orang. Tujuh orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia, empat orang luka berat, dua orang luka sedang, dan tujuh orang luka ringan. Sebagian dari mereka, khususnya yang mengalami luka ringan diizinkan menjalani rawat jalan, sedangkan yang luka sedang dan luka berat masih mendapatkan perawatan di RS.

Sedangkan Manajer Humas RSU PKU Muhammadiyah Bantul, Wahyu Priyono menambahkan, pihaknya menerima 16 korban yang lima orang diantaranya meninggal dunia, satu orang rawat jalan, dan 10 orang masih dalam perawatan.

Akibat kejadian tersebut, pihak Jasa Raharja juga memastikan akan memberikan santunan kepada seluruh korban kecelakaan, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka.

Sementara Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol. Iwan Saktiadi menjelaskan, pihaknya akan menurunkan tim untuk menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan bus tersebut. Terlebih, ini merupakan kecelakaan kedua yang terjadi di sekitar Bukit Bego, Padukuhan Kedungbueng, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Bantul.

Iitu juga merupakan daerah wisata yang menjadi tujuan wisata utama sehingga tentunya akan kami antisipasi untuk meminimalisir kecelakaan,” tegasnya.

Iwan juga menyatakan bahwa pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap awak bus yang masih selamat, namun saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit. Mengingat, sopir bus termasuk korban yang meninggal dunia. (Rep-01)

Pos terkait