Merapi Status Siaga, Barak Pengungsian Glagaharjo mulai Ditempati

Proses evakuasi warga kelompok rentan di barak pengungsian balai desa Glagaharjo, Sabtu (7/11/2020). (dok. SAR DIY)

SLEMAN (kabarkota.com) – Barak pengungsian di balai desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY mulai digunakan untuk evakuasi warga dari Kawasan Rawan Bencana (KRB) 3 erupsi Merapi.

Penjabat Kepala Desa Glagaharjo, Tri Wiyono menyebutkan ada 128 orang dari dusun Kali Tengah Lor yang diungsikan, pada Sabtu (7/11/2020). Mereka adalah warga yang tergolong kelompok rentan.

Baca Juga:  RS Bethesda Lempuyangwangi Terbakar, Pasien Dievakuasi, 1 Suspect Corona

“Kelompok rentan itu lansia, ibu hamil, anak-anak, dan difabel,” jelas Tri di balai desa Glagaharjo.

Menurutnya, untuk mengevakuasi ratusan warga tersebut, selain di balai desa, juga disiapkan barak di bangunan SD Wukirsari.

“Sampai status siaga, kelompok rentan ini memang seharusnya diungsikan,” sambungnya.

Di masa pandemi Covid-19 ini, lanjut dia, maka barak pengungsian perlu dibuat sekat dengan menggunakan kayu triplek, guna mencegah penularan virus corona selama di pengungsian.

Baca Juga:  DPRD DIY akan Revisi Perda Penanggulangan Bencana
penyekatan barak pengungsian di balai desa Glagaharjo Sleman (dok. kabarkota.com)

Oleh karenanya, ia menambahkan, untuk sementara biaya pengadaan barang tersebut menggunakan dana milik desa. Sedangkan dana yang tersedia sekitar Rp 81 juta, dan terbagi atas anggaran siap siaga bencana desa sekitar RP 51 juta, dan dana tanggap darurat sekitar Rp 30 juta.

“Nanti (dana) ini masih bisa ada perubahan, melalui perubahan APBDes sekiranya itu tidak mencukupi,” ucapnya.

Sementara Kepala Dusun Besalen, Desa Glagaharjo, Sarwanto, menambahkan, selain barak untuk hunian warga, pihaknya juga menyiapkan barak untuk ternak warga. (Rep-01)

Baca Juga:  Pasca Banjir & Longsor, PMI DIY Masih beri Layanan Kesehatan ke Warga Terdampak