Muhammadiyah, ‘Aisyiyah dan UGM Lepas Kepergian Prof Siti Chamamah Soeratno

prof. siti chamamah soeratno
UGM melepas jenazah prof. Siti Chamamah Soeratno di Balairung, pada Rabu (8/7/2026). (dok. Humas UGM)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Muhammadiyah, ‘Aisyiyah dan Universitas Gadjah Mada (UGM) berduka atas wafatnya Prof. Siti Chamamah Soeratno, pada Rabu (8/7/2026). Ribuan orang melepas jenazah Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah periode 2000-2005 dan 2005-2010 tersebut, yang disemayamkan di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta.

Di mata Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, almarhummah merupakan sosok ulama intelektual, akademisi, sekaligus kader persyarikatan, yang sepanjang hayatnya telah mendedikasikan diri bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan Muhammadiyah.

Read More

Menurutnya, almarhumah adalah seorang ibu, tokoh persyarikatan, guru bangsa, akademisi, dan cendekiawan sejati yang meninggalkan warisan pemikiran dan keteladanan ” Keahlian akademisnya diakui secara luas, sangat teliti,” kata Haedar sebagaimana dilansir dari laman resmi Muhammadiyah, pada Rabu (8/7/2026).

Baginya, pengabdian almarhumah sebagai kader Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah juga sangat besar, serta mampu menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh, tanpa lelah.

“Aisyiyah itu hebat karena pemikirannya yang maju melampaui zamannya, dan amaliyahnya dirasakan langsung,” sambungnya.

Di lingkungan Persyarikatan, lanjut Haedar, jejak pengabdian Siti Chamamah sangat panjang. Di antaranya, tercatat sebagai Ketua Umum Nasyiatul ‘Aisyiyah periode 1965–1985; anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 1995–2000; dan Ketua Umum PP ‘Aisyiyah selama dua periode (2000–2005 dan 2005–2010).

Di bawah kepemimpinannya, Haedar menilai, ‘Aisyiyah terus memperkuat perannya sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan yang aktif, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Warisan pemikiran, keteladanan, dan semangat pengabdiannya itu akan terus hidup, dan menjadi inspirasi bagi lahirnya kader-kader berilmu, yang kelak meneruskan perjuangannya.

Usai disalatkan di Masjid Gedhe Kauman, jenazah Siti Chamamah Soeratno diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir di Makam Karangkajen Yogyakarta.

Sebelumnya, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM ini juga disemayamkan di Balairung UGM. Sivitas akademika UGM mengenalnya sebagai Pakar Filologi dan Ilmu Sastra yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan fakultas tersebut.

Rektor UGM, Prof Ova Emilia mengatakan bahwa dedikasi almarhumah selama 46 tahun sebagai pendidik telah melahirkan banyak karya serta memberikan teladan bagi seluruh sivitas akademika UGM.

Sementara itu, putri almarhumah, dr. Nurul Chusna juga mengungkapkan bahwa ibundanya memiliki kecintaan yang begitu besar terhadap almamaternya hingga akhir hayat. “Bahkan pada hari-hari terakhir ketika kondisi kesehatannya menurun, beliau masih sering menceritakan UGM dan Fakultas Ilmu Budaya,” kenang Nurul melalui press release Humas UGM

Keluarga berharap, segala ilmu, keteladanan, dan pengabdian yang telah diwariskan sang ibu dapat menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir. (Ed-01)

Related posts