Datangi DPRD DIY, Peternak Bagikan Ribuan Ekor Ayam Petelur Gratis ke Masyarakat

demo peternak ayam petelur jogja
Pembagian ayam petelur gratis ke masyarakat di halaman gedung DPRD DIY, pada Senin (10/8/2026). (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Para perternak ayam petelur yang tergabung dalam Paguyuban Peternak Petelur Yogyakarta (P3Y) membagikan ribuan ekor ayam gratis kepada masyarakat, di halaman Gedung DPRD DIY, pada Senin (10/8/2026).

Salah satu peternak ayam petelur P3Y asal Gunungkidul, Bandi mengatakan, pembagian ribuan ekor ayam tersebut sebagai salah satu bentuk aksi keprihatinan mereka atas kerugian yang terus-menerus dirasakan, akibat kondisi tata kelola industri, utamanya tata niaga bahan baku yang tidak berpihak pada para peternak rakyat.

Bandi mengaku, langkah tersebut terpaksa diambil karena saat ini, harga pakan sangat melambung sehingga biaya operasional untuk mengelola ayam mereka terus membengkak. Sementara, harga penjualan telur ayam di pasaran sekarang relatif murah, sehingga tidak sebanding dengan tingginya harga pakan dan biaya operasional usahanya.

“Intinya, ayam itu kami bagikan untuk mengurangi kerugian kami. Daripada mati di kandang dan biaya telur tidak ada hasil, mending kami bagikan ke masyarakat,” kata Bandi saat audiensi dengan anggota Komisi A DPRD DIY bersama sejumlah instansi terkait di Ruang Banggar DPRD DIY.

Menurutnya, Harga Pokok Produksi (HPP) saat ini mencapai Rp 24.000 – Rp 24.500 per ekor. Namun, harga telur di pasaran hanya berkisar Rp 20.000– Rp 21.000 per kg.

Padahal Bandi mengungkapkan, modal yang digunakan oleh para peternak untuk menjalankan usaha selama ini, kebanyakan didapat dari hasil pinjaman dengan jaminan aset milik mereka, seperti sertifikat tanah dan Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB).

Oleh karena itu, pihaknya mendesak agar Pemerintah, termasuk Pemerintah Daerah (Pemda) DIY segera menstabilkan harga telur di pasara dan pertumbuhan populasi ayam petelur.

Sebab, Bandi menilai selama ini, populasi ayam petelur sudah over supply sehingga terjadi ketidakseimbangan antara hasil produksi dengan permintaan pasar.

Selain itu, pihaknya berpendapat bahwa program pemerintah, seperti Ayam Merah Putih, dan bantuan dari BUMDes-BUMDes menjadi salah satu pemicu meledaknya populasi ayam petelur. Termasuk, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menggejot populasi ayam petelur secara besar-besaran.

demo peternak ayam jogja
Suasana audiensi P3Y dengan anggota DPRD DIY dan sejumlah instansi terkait di Ruang Banggar DPRD DIY, pada Senin (10/8/2026). (dok. kabarkota.com)

Pemda Salurkan SPHP Jagung Pakan dan Gelar Pasar Murah untuk Stabilkan Harga Telur

Menyikapi hal tersebut, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, Agung Ludiro menyampaikan bahwa terkait operasi BUMDes, Program Ayam Merah Putih, dan MBG merupakan kebijakan strategis nasional sehingga Pemda tidak dapat melakukan intervensi pada ranah tersebut.

Hanya saja, Agung mengatakan, pemerintah telah menjalankan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan bagi para peternak.

Agung menjelaskan, jika harga jagung pakan di pasaran saat ini sekitar Rp 8.000 per kg. maka di SPHP jagung kering yang disalurkan ke peternak seharga Rp 5.000 per kg.

Sedangkan untuk pengendalian harga telur, Agung berdalih, hingga bulan Agustus ini, pihaknya juga telah melakukan penjualan telur ayam ras di 10 titik, dengan penyerapan mencapai 7.5 ton, yang disalurkan melalui kegiatan pasar murah.

Meski belum bisa mendongkrak, namun Agung berharap, melalui kegiatan tersebut, harga telur di pasaran bisa naik di kisaran Rp 24.000 – Rp 26.000 per kg.

DPRD DIY Dorong Peningkatan Produksi Pakan Ternak 

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan berkomitmen akan menindaklanjuti tuntutan para peternak ayam tersebut. Di antaranya, mendorong agar harga pakan diturunkan sehingga bisa menekan HPP.

Pihaknya juga mendorong supaya ketersediaan bahan baku pakan, seperti jagung ditingkatkan produksinya agar harganya lebih terjangkau bagi para peternak.

demo peternak ayam petelur jogja
Anggota DPRD DIY dan sejumlah instansi terkait menerima audiensi P3Y di Ruang Banggar DPRD DIY, pada Senin (10/8/2026). (dok. kabarkota.com)

“Intervensi pemerintah untuk mensubsidi harga jagung kering yang disalurkan ke para peternak juga perlu ditingkatkan,” tegasnya. Termasuk, penambahan jumlah penerima SPHP jagung yang saat ini baru mencapai 7 peternak. (Rep-01)

Related posts